“Gus Dur muslim yang otentik”

“Gus Dur muslim yang otentik”
Oleh : Nuruddin Hidayat

Gus Dur adalah seorang muslim yang otentik meskipun ia bergelut dengan berbagai isu modern. Gus Dur bahkan tidak larut dalam modernitas meskipun sehari harinya bergelut dengan modernitas.  Gaya penulisan tersebut Nampak jelas ketika Gus Dur menjelaskan tentang universalisme Islam dan kosmopolitanisme peradaban Islam. Dalam persoalan universalisme Islam Gus Dur tidak perlu merujuk secara langsung kepada Al Qur’an atau Hadist sebagaimana sering dilakukan kelompok Islam modernis, tetapi merujuk pada teori dalam ushul al fiqh yang disebut dharuriyat al-khamsah (lima hal dasar yang dilindungi agama).
Kelima hal dasar tersebut adalah :
1.      Hifz al-din yang dimaknai sebagai keselamatan keyakinan agama masing-masing tanpa ada paksaan pindah agama.
2.      Hifz al-nafs yang dimaknai sebagai keharusan keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum.
3.      Hifz al-aqli yang dimaknai pemeliharaan atas kecerdasan akal.
4.      Hifz al-nasl, keselamatan keluarga dan keturunan.
5.      Hifz al-mal, keselamatan hak milik, property dan profesi dari gangguan dan penggusuran diluar         prosedur hukum.
Bagi Gus Dur universalisme Islam itu tercermin dalam ajaran ajarannya yang mempunyai kepedulian terhadap nilai nilai kemanusiaan yang dibuktikan dengan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari kezaliman dan kesewenang wenangan. Dengan memberi makna demikian, konsep universalisme Islam menjadi sangat Inklusif dan terbuka dengan berbagai kemungkinan perkembangan modern. Islam menjadi agama yang terbuka.
Kosmopolitanisme peradaban Islam, bagi Gus Dur , muncul dalam sejumlah unsur dominan seperti hilangnya batasan etnis, kuatnya pluralitas budaya, heterogenitas politik dan kehidupan agama yang ekletik selama berabad abad. Watak kosmopolitanisme dan universalisme ini digunakan Gus Dur untuk melakukan pengembangan terhadap teologi Ahl al sunnah wa al jama’ah (Aswaja) dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan masyarakat.
Jika selama ini faham aswaja terutama dilingkungan NU, hanya terkait dengan masalah teologi, fiqih, dan tasawuf, bagi Gus Dur, pengenalan aswaja harus diperluas cakupannya meliputi dasar-dasar umum kehidupan masyarakat. Tanpa melakukan pengembangan itu, aswaja akan sekedar menjadi muatan doktrin yang tidak mempunyai relevansi sosial.
Terlihat sekali upaya Gus Dur agar aswaja tidak menjadi doktrin yang baku dan beku,tetapi doktrin yang dinamis. Gus Dur seolah ingin mengatakan kalau aswaja  ingin menjadi doktrin yang hidup, tidak ada pilihan lain kecuali dia harus berinteraksi secara terbuka dengan perkembangan realitas sosial.
“Gus Dur muslim yang otentik”
Oleh : Nuruddin Hidayat

Gus Dur adalah seorang muslim yang otentik meskipun ia bergelut dengan berbagai isu modern. Gus Dur bahkan tidak larut dalam modernitas meskipun sehari harinya bergelut dengan modernitas. Gaya penulisan tersebut Nampak jelas ketika Gus Dur menjelaskan tentang universalisme Islam dan kosmopolitanisme peradaban Islam. Dalam persoalan universalisme Islam Gus Dur tidak perlu merujuk secara langsung kepada Al Qur’an atau Hadist sebagaimana sering dilakukan kelompok Islam modernis, tetapi merujuk pada teori dalam ushul al fiqh yang disebut dharuriyat al-khamsah (lima hal dasar yang dilindungi agama).
Kelima hal dasar tersebut adalah :
1. Hifz al-din yang dimaknai sebagai keselamatan keyakinan agama masing-masing tanpa ada paksaan pindah agama.
2. Hifz al-nafs yang dimaknai sebagai keharusan keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum.
3. Hifz al-aqli yang dimaknai pemeliharaan atas kecerdasan akal.
4. Hifz al-nasl, keselamatan keluarga dan keturunan.
5. Hifz al-mal, keselamatan hak milik, property dan profesi dari gangguan dan penggusuran diluar prosedur hukum.
Bagi Gus Dur universalisme Islam itu tercermin dalam ajaran ajarannya yang mempunyai kepedulian terhadap nilai nilai kemanusiaan yang dibuktikan dengan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari kezaliman dan kesewenang wenangan. Dengan memberi makna demikian, konsep universalisme Islam menjadi sangat Inklusif dan terbuka dengan berbagai kemungkinan perkembangan modern. Islam menjadi agama yang terbuka.
Kosmopolitanisme peradaban Islam, bagi Gus Dur , muncul dalam sejumlah unsur dominan seperti hilangnya batasan etnis, kuatnya pluralitas budaya, heterogenitas politik dan kehidupan agama yang ekletik selama berabad abad. Watak kosmopolitanisme dan universalisme ini digunakan Gus Dur untuk melakukan pengembangan terhadap teologi Ahl al sunnah wa al jama’ah (Aswaja) dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan masyarakat.
Jika selama ini faham aswaja terutama dilingkungan NU, hanya terkait dengan masalah teologi, fiqih, dan tasawuf, bagi Gus Dur, pengenalan aswaja harus diperluas cakupannya meliputi dasar-dasar umum kehidupan masyarakat. Tanpa melakukan pengembangan itu, aswaja akan sekedar menjadi muatan doktrin yang tidak mempunyai relevansi sosial.
Terlihat sekali upaya Gus Dur agar aswaja tidak menjadi doktrin yang baku dan beku,tetapi doktrin yang dinamis. Gus Dur seolah ingin mengatakan kalau aswaja ingin menjadi doktrin yang hidup, tidak ada pilihan lain kecuali dia harus berinteraksi secara terbuka dengan perkembangan realitas sosial.

Tentang interpreneur 2012

Curiculum Vite / Ikhtisar Riwayat Hidup Nama Lengkap : Makinuddin Nama Panggilan : Makin Alamat rumah tinggal : Jl. Gotongroyong RT04 RW02 Jetakngasri MulyoAgung-Dau- Malang Alamat KTP : Jl. KH. Hasyim Asy’ari VI/1386. RT 06 RW 05 Kauman Klojen-Malang Telp & HP : 0877.5961.0020/ 0852-3496-4872 & 0341-8441973 Nama Orang tua : Moch. Ihsan (Alm) & Siti Halimah Alamat Orang tua : RT 03 RW 01 Juwah Siman Kepung-Kediri Susunan Keluwarga : Anak ke-6 dari 7 bersaudara : 1. Moch. Ishom,MPd 2. Miftakhurrohmah : Guru SDN Catak Gayam Mojowarno-Jombang 3. Nikmatur Rofi’ah : Guru TK di Kayen Lor Papar-Kediri 4. Moch. Imron,Drs : Guru MTS Nabatul Ulum Kediri. Pedagang 5. Tsamrotul Fiqoyah : Swasta di Kediri 6. Makinuddin : - 7. Ibnu Mundzir,SS : Guru PNS MAN Godang Legi, Dosen UIN-Malang Tempat, Tanggal lahir : Kediri, 01 November 1973 Bahasa yang di kuasai : Indonesia, jawa ngoko, Arab ( Membaca, sedikit lisan dan tulisan) Agama/Suku/Warga : Islam/Jawa/Warga Negara Indonesia NPWP : 25.427.693.4-652.000 No. K.T.P /dikeluarkan : 3573.020111.73 0006/pemkot Dati II Malang Maret 2009 No. S.I.M.C /dikeluarkan : 73111.525.0909/polresta Malang Oktober 2012 No. S.I.M.A /dikeluarkan : 73111.525.0922/polresta Malang Desember 2012 No. Paspor /dikeluarkan : T-966669 / Imigrasi Malang Oktober 2009 Status Pernikahan : Menikah, ( Istri: Miftakhul Karomah,SAg ) Dengan 4 anak: 1. Alif Abd. Rohim, 13 Oktober 2002, 2. Syifa Nazzila A., 15 Agustus 2003, kelas V SD ArRohmah Sumbersekar-Dau 3. Khilfa Wajihan A., 12 September 2004, kelas III SD Alam ArRohmah Putri Dau 4. Tudhia Zia Naura, Lahir 7 Desember 2008, TK-A ArRohmah Putri Dau No. Rekening Tabungan : BCA Dinoyo : 3150753987 BMI ( Muamalat ) : 0223102477 Kendaraan yg dipakai : Suzuki smash FK110 SDK6, AG-6758 DH. Th.2006 – 2012, Kendaraan Sekarang: TVS(NEO 110) N5931JJ Kesehatan : Baik, tidak buta warna dan tidak cacat fisik. Golongan darah : - Tinggi/Berat : 164/ Pengalaman Kerja : 1. Guru Prifat : Pondok Pesantren Mahasiswa ( Pesma ) Al- Istiqomah da. Joyoraharjo Lowokwaru Malang. Mata pelajaran Bahasa Arab ( Nahwu & Shorof ) Th 1998 – 2001. 2. Tim Da’I / Mubaligh Yayasan NIDAUL FITRAH Surabaya Th. 2001-2002 3. Bisnis Pulsa, HP, accecoris th dll 2002-2007. Di Pekalongan Jateng 4. Jualan Mebel ( Bantu Saudara & ortu ) th. 2006 5. Karyawan Pabrik Meubel “MBM” Pandaan-Pasuruan, April-Mei 2007 6. Marketing Kavling Tanah siap bangun, Milik Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) Malang di Lawang. Mei-Desember 2007. sesuai target 8 bulan habis 47 Kavling 7. Januari 2008 - Februari 2010 Marketing, Fundrising & Team Da’I BMH Malang 8. November 2009-Februari 2010 Unit Usaha, Koperasi Karyawan & Team Da’I BMH Malang 9. Distributor/Agen/Member jaringan bisnis Makanan Organik Melilea Internasional. Sejak Desember 2007. beberapa kali training di Jakarta, dan tourfund di/ke Malaysia, 5 – 9 desember : 5 Desember 2009 : Pesawat Airline, Jakarta-Kuala Lumpur (LCCT) 6 Desember 2009 : Hotel Cititel MID Valley Hotel Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur 7 Desember 2009 : Genting Highland Kuala Lumpur 8 Desember 2009 : Genting Highland Fullday Tour 9 Desember 2009 : Genting highland ke Jakarta 10. Th. 2010 Mulai bulan Juni, di Lembaga Zakat), yang bermitra dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jakarta. Sampai Desember 2012 http://baitulmaalassalam.wordpress.com 11. Januari- Maret 2013 di Jaringan Magistra goup/ Langit tujuh group. Pimpinan DR.H.Imam Muhajirin Elfahmi, SH, SPd, MM. April 2013 di www.bmh.or.id Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BMH Malang. Web. http://www.bmhberbagisenyum.blogspot.com/ http://bmhdakwah.blogspot.com/2013/07/ Kegiatan Sosial : Sejak Juni 2010- maret 2013 : Tinggal di Yayasan Ulil Abshor. Ikut mendampingi anak2 panti asuhan ulil abshor. Demikian sekilas riwayat hidup / cv kami. Untuk menjadi tambah kuatnya silaturrahim, dan pertemanan. SALAM Hormat……… Makinuddin, Email / facebook : makin.udin@yahoo.co.id, akun fb saya yang kedua ini atas nama : "makinuddin Ihsan" email akun FB ke-2 : makin.udin70@yahoo.com https://catatanmakinudin.wordpress.com update per Senin, 25 Mei 2014
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s