“Pandawa Putra Petir”

Ricky Elson (https://www.facebook.com/ricky.elson) salah seorang “Pandawa Putra Petir”

Dalam suasana kepanikan yang dialaminya itu, tahu-tahu Dahlan Iskan memberitahukan padanya. Dia katakan kalau akan menabrakkan mobil ke tebing jalan yang berada di sebelah kanan. ‘’Dicky, saya akan tabrakan ke bukit di depan,’’ ucap Dahlan Iskan

Menurut saya… Kontrol diri Dahlan Iskan luar biasa, disaat diujung maut masih bisa mengkontrol emosinya dan masih berfikiran tentang keselamatan orang lain.
——————————

MUSIBAH menabrakkan mobil Tucusi ke tebing oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jalan Raya Plaosan, Magetan, Sabtu (5/1) lalu masih menyisakan polemik. Meski dia mengaku kesalahannya, tapi kritikan bertubi-tubi terus saja bergulir. Lantas apa komentar Ricky Eelson (32 tahun), teknisi mobil listrik yang ikut di dalam mobil tersebut.
———–
M NASARUDDIN ISMAIL
———–
Peristiwa kecelakaan yang terjadi di Desa Ngerong, Kecamatan Plaosan, Magetan, Ahad lalu, masih terngiang-ngiang di pikiran Ricky Eelson. Sebab, sarjana elektro yang bekerja sebagai desainer mobil listrik di sebuah perusahaan raksasa di Jepang itulah yang duduk di jok sebelah kiri Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Putra kelahiran Padang 11 Januari 1980 yang bekerja dan kuliah di Jepang ini, mengagumi dengan keputusan Dahlan Iskan yang menabrakkan mobil tersebut ke bukit. Sebab, bila tidak ditabrakkan, bisa saja membawa korban orang lain. ‘’Saya acungkan jempol dengan keputusan yang spontan tapi berhasil dengan baik itu,’’ ucap Ricky.

Ricky adalah teknisi mobil listrik yang diajak Dahlan Iskan untuk mengikuti uji coba mobil Tucusi senilai Rp 1,5 miliar tersebut. Ricky, putra Padang yang mendapat tugas belajar di mekanikan engineering UNAN Jepang sejak lulus SMA di Kampung halamannya enam tahun silam. Selama di Jepang, bapak yang belum dikaruniai momongan ini, selain kuliah, sore hingga malam hari bekerja di sebuah perusahaan otomotif di sana.Tugasnya sebagai perancang motor listrik yang ditekuninya sejak 1999.

Ricky-sapaan Ricky Eelson, salut dengan keputusan yang dilakukan Dahlan Iskan. Dalam waktu yang sangat cepat, dia bisa memutuskan hal yang terbaik. ‘’Saya salut dengan keputusan beliau yang begitu cepat dan tepat. Pak Dahlan itu, betul-betul cerdas,’’ komentarnya.

Lantas dia menceritakan pengalamannya tersebut. Setelah satu setengah kilometer setelah berhenti, Dahlan Iskan memberitahukan, kalau remnya blong. Ricky mengaku terkejut. ‘’Ricky, remnya blong,’’ kata Ricky menirukan ucapan Dahlan Iskan. Spontan dia meminta agar menarik handrem. Dahlan Iskan pun melakukan perintahnya. Namun, upaya tersebut, hanya bisa sedikit mengurangi kecepatannya.

Dalam benak Ricky, sudah terbayang maut menghadangnya. Dia pun berusaha untuk menenangkan dirinya, tapi terasa sulit. Lantas dia berusaha membuka kunci pintu mobil. Tujuannya, ingin melompat dari mobil tersebut. Sebab, kalau tidak demikian, pasti akan menabrak kendaraan lain. Tapi kunci pintunya tidak terbuka, sehingga niatannya pun urung dilakukan. ‘’Tapi akhirnya saya bersyukur, tidak jadi lompat. Kalau lompat, mungkin tinggal nama,’’ komentarnya sembari tertawa.

Dalam suasana kepanikan yang dialaminya itu, tahu-tahu Dahlan Iskan memberitahukan padanya. Dia katakan kalau akan menabrakkan mobil ke tebing jalan yang berada di sebelah kanan. ‘’Dicky, saya akan tabrakan ke bukit di depan,’’ ucap Dahlan Iskan, yang lagi-lagi ditirukan Ricky yang berpostur kurus dan berkacamata itu.

Dengan pemberitahuan tersebut, Dicky pun, langsung menyatakan silahkan. Dia pun bersiap-siap untuk menghadapi benturan keras dari mobilnya. Tapi yang enak, tuturnya, spontan pula rasa cemas dan takut yang tengah bergelora di dalam jiwanya, tahu-tahu hilang.

Dia merasa seperti ada sesuatu yang memberikan ketegaran, setelah menjawab aba-aba dari menteri BUMN tersebut. ‘’Saya juga heran, begitu Pak Dahlan beritahukan akan menabrak tebing, dan saya nyatakan siap, rasa takut tadi langsung hilang,’’ ujarnya terheran-heran. ‘’Sampai sekarang saya tak mengerti, mengapa rasa keberanian dan muncul mendadak,’’ sambungnya.

Hanya selang beberapa detik setelah Dahlan Iskan memberitahunya, mobil pun menabrak tebing jalan. Dicky pun tidak tahu apa yang terjadi. Tahu-tahu mobil yang ditumpanginya itu sudah berhenti, setelah terpelanting ke tiang listrik dan menyenggol bemper mobil yang ada di sebelahnya,

Seperti halnya Dahlan Iskan, dia pun mencoba meraba-raba tubuhnya, ternyata tak terjadi apa-apa. Dia hanya mengalami goresan kecil seperti garutan kuku di kaki kanannya. ‘’Saya juga heran. Setelah meraba-raba tubuh, tak terjadi apa-apa. Padahal, kalau melihat benturan itu, paling tidak mengalami luka-luka parah. Bahkan semula saya berpikir meninggal,’’ cerita Dicky.

Lulusan S-2 pada bidang mekanikal engineering, yang bekerja disebuah perusahaan motor listrik terbesar di dunia ini, juga mengaku banyak hikmah dari kejadian tersebut. Dia juga banyak belajar untuk perkembangan industri mobil listrik di Indonesia. ‘’Pak Dahlan itu perintis, insya allah, kami-kami yang muda inilah yang akan meneruskannya,’’ tuturnya lagi.

Dia belajar dari Dahlan Iskan, semangatnya. Urusan teknologi, berada pada mereka sebagai generasi muda. ‘’Yang saya petik pada menteri BUMN adalah semangatnya. Tugas kami-kami yang muda inilah yang akan meneruskan perujuan beliau itu,’’ ungkapnya.

Seperti yang dikatakan Dahlan Iskan, mobil listerik tidak boleh berhenti dari peristiwa tersebut. Mobil listrik harus berjalan terus, meski banyak hambatan dan tantangannya. (*)

Sumber:
http://www.jpnn.com/read/2013/01/09/153637/Kisah-Ricky-Eelson,-Teknisi-Tucuxi-yang-Dampingi-Menteri-BUMN

Foto: Ricky Elson (https://www.facebook.com/ricky.elson) salah seorang "Pandawa Putra Petir" 

Dalam suasana kepanikan yang dialaminya itu, tahu-tahu Dahlan Iskan memberitahukan padanya. Dia katakan kalau akan menabrakkan mobil ke tebing jalan yang berada di sebelah kanan. ‘’Dicky, saya akan tabrakan ke bukit di depan,’’ ucap Dahlan Iskan

Menurut saya...  Kontrol diri Dahlan Iskan luar biasa, disaat diujung maut masih bisa mengkontrol emosinya dan masih berfikiran tentang keselamatan orang lain.
------------------------------

MUSIBAH menabrakkan mobil Tucusi ke tebing oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jalan Raya Plaosan, Magetan, Sabtu (5/1) lalu masih menyisakan polemik. Meski dia mengaku kesalahannya, tapi kritikan bertubi-tubi terus saja bergulir. Lantas apa komentar Ricky Eelson (32 tahun), teknisi mobil listrik yang ikut di dalam mobil tersebut.
-----------
M NASARUDDIN ISMAIL
-----------
Peristiwa kecelakaan yang terjadi di Desa Ngerong, Kecamatan Plaosan, Magetan, Ahad lalu, masih terngiang-ngiang di pikiran Ricky Eelson. Sebab, sarjana elektro yang bekerja sebagai desainer mobil listrik di sebuah perusahaan raksasa di Jepang itulah yang duduk di jok sebelah kiri Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Putra kelahiran Padang 11 Januari 1980 yang bekerja dan kuliah di Jepang ini, mengagumi dengan keputusan Dahlan Iskan yang menabrakkan mobil tersebut ke bukit. Sebab, bila tidak ditabrakkan, bisa saja membawa korban orang lain. ‘’Saya acungkan jempol dengan keputusan yang spontan tapi berhasil dengan baik itu,’’ ucap Ricky.

Ricky adalah teknisi mobil listrik yang diajak Dahlan Iskan untuk mengikuti uji coba mobil Tucusi senilai Rp 1,5 miliar tersebut. Ricky, putra Padang yang mendapat tugas belajar di mekanikan engineering UNAN Jepang sejak lulus SMA di Kampung halamannya enam tahun silam. Selama di Jepang, bapak yang belum dikaruniai momongan ini, selain kuliah, sore hingga malam hari bekerja di sebuah perusahaan otomotif di sana.Tugasnya sebagai perancang motor listrik yang ditekuninya sejak 1999.

Ricky-sapaan Ricky Eelson, salut dengan keputusan yang dilakukan Dahlan Iskan. Dalam waktu yang sangat cepat, dia bisa memutuskan hal yang terbaik. ‘’Saya salut dengan keputusan beliau yang begitu cepat dan tepat. Pak Dahlan itu, betul-betul cerdas,’’ komentarnya.

Lantas dia menceritakan pengalamannya tersebut. Setelah satu setengah kilometer setelah berhenti, Dahlan Iskan memberitahukan, kalau remnya blong. Ricky mengaku terkejut. ‘’Ricky, remnya blong,’’ kata Ricky menirukan ucapan Dahlan Iskan. Spontan dia meminta agar menarik handrem. Dahlan Iskan pun melakukan perintahnya. Namun, upaya tersebut, hanya bisa sedikit mengurangi  kecepatannya.

Dalam benak Ricky, sudah terbayang maut menghadangnya. Dia pun berusaha untuk menenangkan dirinya, tapi terasa sulit. Lantas dia berusaha membuka kunci pintu mobil. Tujuannya, ingin melompat dari mobil tersebut. Sebab, kalau tidak demikian, pasti akan menabrak kendaraan lain. Tapi kunci pintunya tidak terbuka, sehingga niatannya pun urung dilakukan. ‘’Tapi akhirnya saya bersyukur, tidak jadi lompat. Kalau lompat, mungkin tinggal nama,’’ komentarnya sembari tertawa.

Dalam suasana kepanikan yang dialaminya itu, tahu-tahu Dahlan Iskan memberitahukan padanya. Dia katakan kalau akan menabrakkan mobil ke tebing jalan yang berada di sebelah kanan. ‘’Dicky, saya akan tabrakan ke bukit di depan,’’ ucap Dahlan Iskan, yang lagi-lagi ditirukan Ricky yang berpostur kurus dan berkacamata itu.

Dengan pemberitahuan tersebut, Dicky pun, langsung menyatakan silahkan. Dia pun bersiap-siap untuk menghadapi benturan keras dari mobilnya. Tapi yang enak, tuturnya, spontan pula rasa cemas dan takut yang tengah bergelora di dalam jiwanya, tahu-tahu hilang. 

Dia merasa seperti ada sesuatu yang memberikan ketegaran, setelah menjawab aba-aba dari menteri BUMN tersebut. ‘’Saya juga heran, begitu Pak Dahlan beritahukan akan menabrak tebing, dan saya nyatakan siap, rasa takut tadi langsung hilang,’’ ujarnya terheran-heran. ‘’Sampai sekarang saya tak mengerti, mengapa rasa keberanian dan muncul mendadak,’’ sambungnya.

Hanya selang beberapa detik setelah Dahlan Iskan memberitahunya, mobil pun menabrak tebing jalan. Dicky pun tidak tahu apa yang terjadi. Tahu-tahu mobil yang ditumpanginya itu sudah berhenti, setelah terpelanting ke tiang listrik dan menyenggol bemper mobil yang ada di sebelahnya,

Seperti halnya Dahlan Iskan, dia pun mencoba meraba-raba tubuhnya, ternyata tak terjadi apa-apa. Dia hanya mengalami goresan kecil seperti garutan kuku di kaki kanannya. ‘’Saya juga heran. Setelah meraba-raba tubuh, tak terjadi apa-apa. Padahal, kalau melihat benturan itu, paling tidak mengalami luka-luka parah. Bahkan semula saya berpikir meninggal,’’ cerita Dicky.

Lulusan S-2 pada bidang mekanikal engineering, yang bekerja disebuah perusahaan motor listrik terbesar di dunia ini, juga mengaku banyak hikmah dari kejadian tersebut. Dia juga banyak belajar untuk perkembangan industri mobil listrik di Indonesia. ‘’Pak Dahlan itu perintis, insya allah, kami-kami yang muda inilah yang akan meneruskannya,’’ tuturnya lagi.

Dia belajar dari Dahlan Iskan, semangatnya. Urusan teknologi, berada pada mereka sebagai generasi muda. ‘’Yang saya petik pada menteri BUMN adalah semangatnya. Tugas kami-kami yang muda inilah yang akan meneruskan perujuan beliau itu,’’ ungkapnya. 

Seperti yang dikatakan Dahlan Iskan, mobil listerik tidak boleh berhenti dari peristiwa tersebut. Mobil listrik harus berjalan terus, meski banyak hambatan dan tantangannya. (*)

Sumber:
http://www.jpnn.com/read/2013/01/09/153637/Kisah-Ricky-Eelson,-Teknisi-Tucuxi-yang-Dampingi-Menteri-BUMN

Tentang interpreneur 2012

Curiculum Vite / Ikhtisar Riwayat Hidup Nama Lengkap : Makinuddin Nama Panggilan : Makin Alamat rumah tinggal : Jl. Gotongroyong RT04 RW02 Jetakngasri MulyoAgung-Dau- Malang Alamat KTP : Jl. KH. Hasyim Asy’ari VI/1386. RT 06 RW 05 Kauman Klojen-Malang Telp & HP : 0877.5961.0020/ 0852-3496-4872 & 0341-8441973 Nama Orang tua : Moch. Ihsan (Alm) & Siti Halimah Alamat Orang tua : RT 03 RW 01 Juwah Siman Kepung-Kediri Susunan Keluwarga : Anak ke-6 dari 7 bersaudara : 1. Moch. Ishom,MPd 2. Miftakhurrohmah : Guru SDN Catak Gayam Mojowarno-Jombang 3. Nikmatur Rofi’ah : Guru TK di Kayen Lor Papar-Kediri 4. Moch. Imron,Drs : Guru MTS Nabatul Ulum Kediri. Pedagang 5. Tsamrotul Fiqoyah : Swasta di Kediri 6. Makinuddin : - 7. Ibnu Mundzir,SS : Guru PNS MAN Godang Legi, Dosen UIN-Malang Tempat, Tanggal lahir : Kediri, 01 November 1973 Bahasa yang di kuasai : Indonesia, jawa ngoko, Arab ( Membaca, sedikit lisan dan tulisan) Agama/Suku/Warga : Islam/Jawa/Warga Negara Indonesia NPWP : 25.427.693.4-652.000 No. K.T.P /dikeluarkan : 3573.020111.73 0006/pemkot Dati II Malang Maret 2009 No. S.I.M.C /dikeluarkan : 73111.525.0909/polresta Malang Oktober 2012 No. S.I.M.A /dikeluarkan : 73111.525.0922/polresta Malang Desember 2012 No. Paspor /dikeluarkan : T-966669 / Imigrasi Malang Oktober 2009 Status Pernikahan : Menikah, ( Istri: Miftakhul Karomah,SAg ) Dengan 4 anak: 1. Alif Abd. Rohim, 13 Oktober 2002, 2. Syifa Nazzila A., 15 Agustus 2003, kelas V SD ArRohmah Sumbersekar-Dau 3. Khilfa Wajihan A., 12 September 2004, kelas III SD Alam ArRohmah Putri Dau 4. Tudhia Zia Naura, Lahir 7 Desember 2008, TK-A ArRohmah Putri Dau No. Rekening Tabungan : BCA Dinoyo : 3150753987 BMI ( Muamalat ) : 0223102477 Kendaraan yg dipakai : Suzuki smash FK110 SDK6, AG-6758 DH. Th.2006 – 2012, Kendaraan Sekarang: TVS(NEO 110) N5931JJ Kesehatan : Baik, tidak buta warna dan tidak cacat fisik. Golongan darah : - Tinggi/Berat : 164/ Pengalaman Kerja : 1. Guru Prifat : Pondok Pesantren Mahasiswa ( Pesma ) Al- Istiqomah da. Joyoraharjo Lowokwaru Malang. Mata pelajaran Bahasa Arab ( Nahwu & Shorof ) Th 1998 – 2001. 2. Tim Da’I / Mubaligh Yayasan NIDAUL FITRAH Surabaya Th. 2001-2002 3. Bisnis Pulsa, HP, accecoris th dll 2002-2007. Di Pekalongan Jateng 4. Jualan Mebel ( Bantu Saudara & ortu ) th. 2006 5. Karyawan Pabrik Meubel “MBM” Pandaan-Pasuruan, April-Mei 2007 6. Marketing Kavling Tanah siap bangun, Milik Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) Malang di Lawang. Mei-Desember 2007. sesuai target 8 bulan habis 47 Kavling 7. Januari 2008 - Februari 2010 Marketing, Fundrising & Team Da’I BMH Malang 8. November 2009-Februari 2010 Unit Usaha, Koperasi Karyawan & Team Da’I BMH Malang 9. Distributor/Agen/Member jaringan bisnis Makanan Organik Melilea Internasional. Sejak Desember 2007. beberapa kali training di Jakarta, dan tourfund di/ke Malaysia, 5 – 9 desember : 5 Desember 2009 : Pesawat Airline, Jakarta-Kuala Lumpur (LCCT) 6 Desember 2009 : Hotel Cititel MID Valley Hotel Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur 7 Desember 2009 : Genting Highland Kuala Lumpur 8 Desember 2009 : Genting Highland Fullday Tour 9 Desember 2009 : Genting highland ke Jakarta 10. Th. 2010 Mulai bulan Juni, di Lembaga Zakat), yang bermitra dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jakarta. Sampai Desember 2012 http://baitulmaalassalam.wordpress.com 11. Januari- Maret 2013 di Jaringan Magistra goup/ Langit tujuh group. Pimpinan DR.H.Imam Muhajirin Elfahmi, SH, SPd, MM. April 2013 di www.bmh.or.id Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BMH Malang. Web. http://www.bmhberbagisenyum.blogspot.com/ http://bmhdakwah.blogspot.com/2013/07/ Kegiatan Sosial : Sejak Juni 2010- maret 2013 : Tinggal di Yayasan Ulil Abshor. Ikut mendampingi anak2 panti asuhan ulil abshor. Demikian sekilas riwayat hidup / cv kami. Untuk menjadi tambah kuatnya silaturrahim, dan pertemanan. SALAM Hormat……… Makinuddin, Email / facebook : makin.udin@yahoo.co.id, akun fb saya yang kedua ini atas nama : "makinuddin Ihsan" email akun FB ke-2 : makin.udin70@yahoo.com https://catatanmakinudin.wordpress.com update per Senin, 25 Mei 2014
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s