Membangun Saharan Tidak Bisa dengan Diam-Diam_ Goenawan Mohamad

Membangun Saharan Tidak Bisa dengan Diam-Diam
Goenawan Mohamad
(Intelektual, Budayawan, Pendiri dan Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Tempo)

SUDAH ada lebih dari enam buku bertautan dengan Dahlan Iskan — dan sekian ratus kolom tulisan di surat kabar dan sederet wawancara. Belum lagi pesan di Twitter.

Ada yang menganggap semua itu bagian dari “pencitraan” — kata lain dari kampanye — yang digerakkan Dahlan untuk, siapa tahu, jadi calon presiden 2014.

Dalam situasi seperti sekarang, ketika kepercayaan kepada orang lain, terutama politisi dan pejabat publik, sangat rendah di kalangan “pengamat”, anggapan semacam itu tidak bisa terelakkan.

Tapi pertama-tama yang perlu dipersoalkan: apa sebenarnya yang salah dengan “pencitraan”, bahkan kampanye, jika yang ditampakkan adalah langkah-langkah yang bisa membuka kembali pintu harapan, bahwa ada masih orang yang bisa bersedia, dan berani, berbuat yang “luar biasa”? Meskipun sebenarnya yang “luar biasa” itu, di negeri yang sudah tertib dan terbuka, adalah hal yang “biasa” — karena itu adalah langkah-langkah seorang menteri yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bersemangat?

Bagi saya, langkah membangun harapan tidak bisa hanya dilakukan dengan diam-diam. Sebab pada dasarnya yang harus dikalahkan ialah sinisme dan apatisme di masyarakat, karena di sekitar yang kita hadapi adalah korupsi dan ketidak-adilan dan kebohongan.

Dahlan melakukan hal-hal yang membuat banyak di antara kita sadar, langkah perbaikan bisa dilakukan, dalam keadaan ruwet dan orang banyak tak tahu harus dari mana memulainya. Tak sedikit yang mengagumi dan mengharapkannya, dan banyak pula yang mencurigainya bahkan merasa terancam olehnya. Tapi bisakah itu dielakkan?

Ketika Dahlan memasuki dunia pemerintahan, setelah bertahun-tahun di dalam dunia media dan bisnis swasta, ia berkata kepada saya, seperti merenung: “Kok begini, ya, jalan hidup saya jadinya?” Saya memandangnya terharu; saya mengenalnya, sejak di Tempo dan Jawa Pos, sebagai pekerja keras yang tak pernah punya sikap rakus akan materi. Saya hanya mengatakan: “Mungkin ini tugas, Lan (Dahlan), seperti juga sebenarnya ketika kita jadi wartawan.”

Tugas, maksud saya waktu itu, adalah kewajiban yang tak ditentukan oleh majikan, melainkan oleh keinginan berbuat sesuatu yang berarti bagi Indonesia. Saya tak tahu sampai kapan dan di mana akhirnya. Kelak Dahlan akhirnya jadi pemimpin bangsa atau tidak, bagi saya ia mampu menunjukkan satu hal: keberanian.

Dan keberanian hari ini adalah keberanian menciptakan harapan masyarakat yang merasa ada hal-hal yang terus menerus gagal ditegakkan, yakni kebersihan, kejujuran, keterbukaan. Keberanian itu jadi penting karena kita tahu, harapan itu besok bisa saja runtuh lagi.

Saya percaya Dahlan akan jalan terus dengan keberanian itu. (*)

(*) Tulisan ini dibuat oleh Goenawan Mohamad untuk buku ‘I Love DIS Way: Dua Tangis Sejuta Damprat’ dan turut ditayangkan dalam buku.

Sumber:
http://www.ilovedisway.com/endorsment.html

Foto: Membangun Harapan Tidak Bisa dengan Diam-Diam
Goenawan Mohamad
(Intelektual, Budayawan, Pendiri dan Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Tempo)

SUDAH ada lebih dari enam buku bertautan dengan Dahlan Iskan -- dan sekian ratus kolom tulisan di surat kabar dan sederet wawancara. Belum lagi pesan di Twitter.
 
Ada yang menganggap semua itu bagian dari "pencitraan" --  kata lain dari kampanye -- yang digerakkan Dahlan untuk, siapa tahu, jadi calon presiden 2014.
 
Dalam situasi seperti sekarang, ketika kepercayaan kepada orang lain, terutama politisi dan pejabat publik, sangat rendah di kalangan "pengamat", anggapan semacam itu tidak bisa terelakkan.
 
Tapi pertama-tama yang perlu dipersoalkan: apa sebenarnya yang salah dengan "pencitraan", bahkan kampanye, jika yang ditampakkan adalah langkah-langkah yang bisa membuka kembali pintu harapan, bahwa ada masih orang yang bisa bersedia, dan berani, berbuat yang "luar biasa"? Meskipun sebenarnya yang "luar biasa" itu, di negeri yang sudah tertib dan terbuka, adalah hal yang "biasa" -- karena itu adalah langkah-langkah seorang menteri yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bersemangat?
 
Bagi saya, langkah membangun harapan tidak bisa hanya dilakukan dengan diam-diam. Sebab pada dasarnya yang harus dikalahkan ialah sinisme dan apatisme di masyarakat, karena di sekitar yang kita hadapi adalah korupsi dan ketidak-adilan dan kebohongan.
 
Dahlan melakukan hal-hal yang membuat banyak di antara kita sadar, langkah perbaikan bisa dilakukan, dalam keadaan ruwet dan orang banyak tak tahu harus dari mana memulainya. Tak sedikit yang mengagumi dan mengharapkannya, dan banyak pula yang mencurigainya bahkan merasa terancam olehnya. Tapi bisakah itu dielakkan?
 
Ketika Dahlan memasuki dunia pemerintahan, setelah bertahun-tahun di dalam dunia media dan bisnis swasta, ia berkata kepada saya, seperti merenung: "Kok begini, ya, jalan hidup saya jadinya?" Saya memandangnya terharu; saya mengenalnya, sejak di Tempo dan Jawa Pos, sebagai pekerja keras yang tak pernah punya sikap rakus akan materi. Saya hanya mengatakan: "Mungkin ini tugas, Lan (Dahlan), seperti juga sebenarnya ketika kita jadi wartawan."
 
Tugas, maksud saya waktu itu, adalah kewajiban yang tak ditentukan oleh majikan, melainkan oleh keinginan berbuat sesuatu yang berarti bagi Indonesia. Saya tak tahu sampai kapan dan di mana akhirnya. Kelak Dahlan akhirnya jadi pemimpin bangsa atau tidak, bagi saya ia mampu menunjukkan satu hal: keberanian.
 
Dan keberanian hari ini adalah keberanian menciptakan harapan masyarakat yang merasa ada hal-hal yang terus menerus gagal ditegakkan, yakni kebersihan, kejujuran, keterbukaan. Keberanian itu jadi penting karena kita tahu, harapan itu besok bisa saja runtuh lagi.
 
Saya percaya Dahlan akan jalan terus dengan keberanian itu. (*)
 
(*) Tulisan ini dibuat oleh Goenawan Mohamad untuk buku 'I Love DIS Way: Dua Tangis Sejuta Damprat' dan turut ditayangkan dalam buku.

Sumber:
http://www.ilovedisway.com/endorsment.html

Tentang interpreneur 2012

Curiculum Vite / Ikhtisar Riwayat Hidup Nama Lengkap : Makinuddin Nama Panggilan : Makin Alamat rumah tinggal : Jl. Gotongroyong RT04 RW02 Jetakngasri MulyoAgung-Dau- Malang Alamat KTP : Jl. KH. Hasyim Asy’ari VI/1386. RT 06 RW 05 Kauman Klojen-Malang Telp & HP : 0877.5961.0020/ 0852-3496-4872 & 0341-8441973 Nama Orang tua : Moch. Ihsan (Alm) & Siti Halimah Alamat Orang tua : RT 03 RW 01 Juwah Siman Kepung-Kediri Susunan Keluwarga : Anak ke-6 dari 7 bersaudara : 1. Moch. Ishom,MPd 2. Miftakhurrohmah : Guru SDN Catak Gayam Mojowarno-Jombang 3. Nikmatur Rofi’ah : Guru TK di Kayen Lor Papar-Kediri 4. Moch. Imron,Drs : Guru MTS Nabatul Ulum Kediri. Pedagang 5. Tsamrotul Fiqoyah : Swasta di Kediri 6. Makinuddin : - 7. Ibnu Mundzir,SS : Guru PNS MAN Godang Legi, Dosen UIN-Malang Tempat, Tanggal lahir : Kediri, 01 November 1973 Bahasa yang di kuasai : Indonesia, jawa ngoko, Arab ( Membaca, sedikit lisan dan tulisan) Agama/Suku/Warga : Islam/Jawa/Warga Negara Indonesia NPWP : 25.427.693.4-652.000 No. K.T.P /dikeluarkan : 3573.020111.73 0006/pemkot Dati II Malang Maret 2009 No. S.I.M.C /dikeluarkan : 73111.525.0909/polresta Malang Oktober 2012 No. S.I.M.A /dikeluarkan : 73111.525.0922/polresta Malang Desember 2012 No. Paspor /dikeluarkan : T-966669 / Imigrasi Malang Oktober 2009 Status Pernikahan : Menikah, ( Istri: Miftakhul Karomah,SAg ) Dengan 4 anak: 1. Alif Abd. Rohim, 13 Oktober 2002, 2. Syifa Nazzila A., 15 Agustus 2003, kelas V SD ArRohmah Sumbersekar-Dau 3. Khilfa Wajihan A., 12 September 2004, kelas III SD Alam ArRohmah Putri Dau 4. Tudhia Zia Naura, Lahir 7 Desember 2008, TK-A ArRohmah Putri Dau No. Rekening Tabungan : BCA Dinoyo : 3150753987 BMI ( Muamalat ) : 0223102477 Kendaraan yg dipakai : Suzuki smash FK110 SDK6, AG-6758 DH. Th.2006 – 2012, Kendaraan Sekarang: TVS(NEO 110) N5931JJ Kesehatan : Baik, tidak buta warna dan tidak cacat fisik. Golongan darah : - Tinggi/Berat : 164/ Pengalaman Kerja : 1. Guru Prifat : Pondok Pesantren Mahasiswa ( Pesma ) Al- Istiqomah da. Joyoraharjo Lowokwaru Malang. Mata pelajaran Bahasa Arab ( Nahwu & Shorof ) Th 1998 – 2001. 2. Tim Da’I / Mubaligh Yayasan NIDAUL FITRAH Surabaya Th. 2001-2002 3. Bisnis Pulsa, HP, accecoris th dll 2002-2007. Di Pekalongan Jateng 4. Jualan Mebel ( Bantu Saudara & ortu ) th. 2006 5. Karyawan Pabrik Meubel “MBM” Pandaan-Pasuruan, April-Mei 2007 6. Marketing Kavling Tanah siap bangun, Milik Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) Malang di Lawang. Mei-Desember 2007. sesuai target 8 bulan habis 47 Kavling 7. Januari 2008 - Februari 2010 Marketing, Fundrising & Team Da’I BMH Malang 8. November 2009-Februari 2010 Unit Usaha, Koperasi Karyawan & Team Da’I BMH Malang 9. Distributor/Agen/Member jaringan bisnis Makanan Organik Melilea Internasional. Sejak Desember 2007. beberapa kali training di Jakarta, dan tourfund di/ke Malaysia, 5 – 9 desember : 5 Desember 2009 : Pesawat Airline, Jakarta-Kuala Lumpur (LCCT) 6 Desember 2009 : Hotel Cititel MID Valley Hotel Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur 7 Desember 2009 : Genting Highland Kuala Lumpur 8 Desember 2009 : Genting Highland Fullday Tour 9 Desember 2009 : Genting highland ke Jakarta 10. Th. 2010 Mulai bulan Juni, di Lembaga Zakat), yang bermitra dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jakarta. Sampai Desember 2012 http://baitulmaalassalam.wordpress.com 11. Januari- Maret 2013 di Jaringan Magistra goup/ Langit tujuh group. Pimpinan DR.H.Imam Muhajirin Elfahmi, SH, SPd, MM. April 2013 di www.bmh.or.id Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BMH Malang. Web. http://www.bmhberbagisenyum.blogspot.com/ http://bmhdakwah.blogspot.com/2013/07/ Kegiatan Sosial : Sejak Juni 2010- maret 2013 : Tinggal di Yayasan Ulil Abshor. Ikut mendampingi anak2 panti asuhan ulil abshor. Demikian sekilas riwayat hidup / cv kami. Untuk menjadi tambah kuatnya silaturrahim, dan pertemanan. SALAM Hormat……… Makinuddin, Email / facebook : makin.udin@yahoo.co.id, akun fb saya yang kedua ini atas nama : "makinuddin Ihsan" email akun FB ke-2 : makin.udin70@yahoo.com https://catatanmakinudin.wordpress.com update per Senin, 25 Mei 2014
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s