NEGARA PALESTINA : Negara Di Atas Kertas

Oleh : Yahya Abdurrahman
Sidang Majelis Umum PBB di New York pada Kamis (30/11) menyetujui resolusi peningkatan status Palestina dari entitas pengamat non Negara (non-member observer entity)
menjadi negara pengamat non anggota (non-member observer state). Resolusi itu disetujui melalui voting atas 193 negara anggota PBB dengan hasil suara 138 anggota mendukung, 41 negara abstain termasuk Jerman, Inggris dan Australia; dan sembilan negara menolak (Amerika Serikat, Israel, Kanada, Republik Ceko, Panama, dan negara-negara di Kepulauan Pasifik; Nauru, Palau, Micronesia, dan Kepulauan Mar¬shal) dan lima negara tidak hadir.

Status baru sebagai negara pengamat non anggota itu diang¬gap sebagai pengakuan oleh PBB terhadap Palestina sebagai nega¬ra. Sebab dalam sidang Majelis Umum PBB itu, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas me¬minta Perserikatan Bangsa-Bang¬sa (PBB) agar mengeluarkan “akta kelahiran” bagi, negara Palestina. Menurutnya, pengakuan PBB merupakan solusi terakhir untuk menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Status baru Palestina itu akan memungkinkan Palestina menjadi anggota dan terlibat di dalam badan-badan PBB terma¬suk di Mahkamah Kriminal Inter¬nasional (International Criminal Court-ICC). Dengan keanggotaan di ICC, Palestina bisa mengajukan gugatan terhadap kejahatan Isra¬el di Gaza danTepi Barat. Palestina juga bisa menyeret Israel ke ICC atas kejahatan perang. Sebelum¬nya, pada April lalu, ICC menolak permintaan Palestina untuk menyelidiki Perang Gaza tahun 2008-¬2009 karena tidak dianggap se¬bagai negara.

Dengan status baru itu, hal itu bisa diupayakan lagi oleh Palestina. Ini adalah salah satu yang paling ditakutkan oleh Israel. Akan tetapi, pemimpin Palestina tidak membuat rujukan apa pun mengenai kemungkinan bergabung dengan ICC. Abbas mengatakan bahwa Otoritas Palestina akan berkonsultasi dengan negara-negara lain menge¬nai langkah-langkah apa yang ha¬rus ditempuh setelah statusnya meningkat.

Menurut para pengamat hu¬kum internasional, resolusi PBB itu juga berarti bahwa Palestina telah diakui oleh mayoritas nega¬ra di PBB bukan lagi sekadar enti¬tas tetapi sebagai sebuah negara yang statusnya di PBB sejajar de¬ngan Vatikan. Karenanya, resolusi itu mendapatkan sambutan oleh berbagai pihak baik di Palestina khususnya di Tepi Barat dan inter¬nasional. “Keberhasilan” ini di¬anggap sebagai tonggak bagi perjuangan Palestina untuk men¬dapatkan status penuh sebagai negara anggota PBB yang pada tahun 2011 lalu gagal diperoleh karena diveto oleh AS.

Menegaskan Pengakuan dan Pemberian Konsesi

Pidato Abbas itu selain me¬minta dikeluarkannya “akta kela¬hiran” bagi negara Palestina, juga menegaskan kembali pengakuan atas eksistensi negara Israel. Ab¬bas mengaitkan permintaannya itu pada resolusi 181 PBB yang menjadi tonggak awal rencana solusi dua negara (two state solu¬tion).

Namun sebenarnya tuntut¬an Abbas itu justru jauh lebih kecil dari apa yang ditentukan dalam resolusi 181 yang menetapkan 45 persen dari wilayah Palestina untuk Arab dan Israel hanya 55 persen. Abbas menyatakan, “Kami akan menerima tak kurang dari kemerdekaan negara Palestina dengan Jerusalem Timur sebagai ibukota di semua wilayah Pales¬tina yang diduduki Israel tahun 1967 dan hidup damai berdam¬pingan dengan Israel” (kom¬pas.com, 30/11).

Abbas hanya menuntut pengakuan atas negara Palestina di atas wilayah Palestina pada batas wilayah yang diduduki Isra¬el pada tahun 1967. Yaitu peng¬akuan negara Palestina hanya atas wilayah Gaza dan Tepi Barat yang luasnya hanya sekitar 20 persen dari luas wilayah Palestina. Karenanya tuntutan Abbas itu ju¬ga bisa dianggap sebagai penye¬rahan konsesi kepada Israel atas 25 persen wilayah Palestina yang ditetapkan sebagai wilayah Arab dalam resolusi PBB no 181.

Negara di Atas Kertas

Status dan pengakuan seba¬gai negara bagi Palestina itu un¬tuk saat ini bisa dianggap hanya di atas kertas. Belum menjadi nega¬ra yang riil. Negara merupakan suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerin¬tahan yang berada di wilayah tersebut.

Hampir semua kriteria tersebut belum terpenuhi pada negara Palestina yang baru diakui itu. Dari sisi kontrol atas wilayah, pemerintahan Palestina baik Oto¬ritas Palestina yang ada di Tepi Barat maupun Hamas yang me¬nguasai Gaza tidak memiliki kon¬trol sempurna atas wilayahnya. Di Gaza, kontrol atas wilayah utara dan perairan tetap berada di tangan Israel. Bahkan kontrol atas perbatasan Gaza dengan Mesir sepanjang 11 km dengan per¬lintasan di Rafah tetap dikontrol oleh Israel. Gaza juga dikelilingi oleh wilayah Israel. Akibat semua itu, akses keluar masuk orang dan barang dari dan ke Gaza berada dalam kontrol Israel.

Kungkungan Israel itu se¬perti yang dilaporkan oleh PBB membuat keadaan ekonomi Betlehem, Tepi Barat, dan wilayah sekelilingnya, menjadi semakin lesu. Khusus kota Betlehem, Pusat Koordinasi Isu Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, “Perlakuan Israel sangat mengurangi ruang gerak para penduduk Betlehem, termasuk masa depan ekonomi dan perkembangan sosial dari wilayah tersebut. Disebutkan bahwa hanya 15 persen dari 660 kilometer persegi wilayah Betle¬hem yang tersedia untuk warga Palestina.

Luas tanah semakin dibatasi oleh kian meluasnya pemba¬ngunan pemukiman ilegal Yahudi di tembok pembatas Tepi Barat (juga dikenal dengan sebutan tembok apartheid Yahudi) dan sudah dipetak-petak oleh Israel sebagai area C. Di daerah tersebut, prajurit Israel menjaga ketat seiring dengan pembangunan yang terus berlangsung.

Dari sisi kedaulatan, rakyat Palestina belum berdaulat. Berba¬gai pelayanan untuk rakyat masih bergantung dan dikontrol oleh Israel, seperti suplai listrik, air dan gas yang merupakan pelayanan dasar.

Semua itu juga makin ironis ketika wilayah negara Palestina itu terbagi dalam dua wilayah yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza yang dipisahkan oleh wilayah Israel sejauh 45 kilometer. Itu artinya, jika penduduk Tepi Barat ingin mengunjungi kerabatnya di Jalur Gaza ia perlu visa Israel kare¬na harus melintasi wilayah Israel.

Secara ekonomi, negara Pa¬lestina yang baru diakui juga masih tergantung kepada pihak luar. APBN Tepi Barat dan Gaza hingga saat ini masih bergantung pada donasi dari pihak luar. Di Tepi Barat, selama ini Israel harus menyerahkan US $ 100 juta per bulan kepada Otoritas Palestina atas pajak dan cukai yang dipu¬ngut Israel atas nama Otoritas Palestina.

Uang itu digunakan Israel untuk membayar utang Palestina kepada perusahaan-perusahaan Israel. Peningkatan status Pales¬tina akhir November lalu dibalas oleh Israel dengan menghentikan pembayaran uang US$ 100 juta itu. Untuk menutup hal itu, para menteri luar negeri Liga Arab sepakat mengirim bantuan tunai ratusan juta dolar kepada Otoritas Palestina untuk mengatasi lang¬kah Israel yang menyapih Pales¬tina setelah meraih status sebagai “non-member observer state” di PBB.

Otoritas Jalur Gaza pun juga sama, banyak bergantung pada bantuan dari luar. Di antaranya berasal dari organisasi PBB yang diberikan secara langsung untuk pendidikan dan suplai makanan. Di samping itu, menurut berbagai sumber diplomasi, Iran setiap tahun menggelontorkan bantuan US$ 300 juta, tetapi sejak 2011 gelontoran itu tidak lancar. Lalu pada Januari 2012 beberapa sumber diplomatik menyebutkan bahwa Turki telah berjanji akan memberikan dukungan dana kepada pemerintahan Haniyah di jalur Gaza sebesar US$ 300 juta. Otoritas Gaza sendiri telah me¬naikkan anggarannya di tahun 2012 menjadi US$ 769 juta dari US$ 630 juta di tahun 2011.

Melihat semua itu, maka tidak berlebihan kalau dikatakan negara Palestina yang baru diakui oleh resolusi PBB itu barulah sebatas negara di atas kertas, negara tanpa kedaulatan.

________________________________________________________________

Mohon bantuannya untuk menyampaikan kepada saudaramu yang lain dan mengajak teman-teman anda sebanyak mungkin pada link-link dibawah ini, agar syiar syariah & khilafah dapat LEBIH TERSEBAR LUAS DI BUMI INI….

Official Website HTI >> http://www.hizbut-tahrir.or.id/
fans page HTI >> http://www.facebook.com/mediacenterhti
Follow Twitter HTI >> https://twitter.com/HizbutTahrirID
fans page KRSK >> http://www.facebook.com/SyariahKhilafah
twitter KRSK >> https://twitter.com/spirit4khilafa

Tentang interpreneur 2012

Curiculum Vite / Ikhtisar Riwayat Hidup Nama Lengkap : Makinuddin Nama Panggilan : Makin Alamat rumah tinggal : Jl. Gotongroyong RT04 RW02 Jetakngasri MulyoAgung-Dau- Malang Alamat KTP : Jl. KH. Hasyim Asy’ari VI/1386. RT 06 RW 05 Kauman Klojen-Malang Telp & HP : 0877.5961.0020/ 0852-3496-4872 & 0341-8441973 Nama Orang tua : Moch. Ihsan (Alm) & Siti Halimah Alamat Orang tua : RT 03 RW 01 Juwah Siman Kepung-Kediri Susunan Keluwarga : Anak ke-6 dari 7 bersaudara : 1. Moch. Ishom,MPd 2. Miftakhurrohmah : Guru SDN Catak Gayam Mojowarno-Jombang 3. Nikmatur Rofi’ah : Guru TK di Kayen Lor Papar-Kediri 4. Moch. Imron,Drs : Guru MTS Nabatul Ulum Kediri. Pedagang 5. Tsamrotul Fiqoyah : Swasta di Kediri 6. Makinuddin : - 7. Ibnu Mundzir,SS : Guru PNS MAN Godang Legi, Dosen UIN-Malang Tempat, Tanggal lahir : Kediri, 01 November 1973 Bahasa yang di kuasai : Indonesia, jawa ngoko, Arab ( Membaca, sedikit lisan dan tulisan) Agama/Suku/Warga : Islam/Jawa/Warga Negara Indonesia NPWP : 25.427.693.4-652.000 No. K.T.P /dikeluarkan : 3573.020111.73 0006/pemkot Dati II Malang Maret 2009 No. S.I.M.C /dikeluarkan : 73111.525.0909/polresta Malang Oktober 2012 No. S.I.M.A /dikeluarkan : 73111.525.0922/polresta Malang Desember 2012 No. Paspor /dikeluarkan : T-966669 / Imigrasi Malang Oktober 2009 Status Pernikahan : Menikah, ( Istri: Miftakhul Karomah,SAg ) Dengan 4 anak: 1. Alif Abd. Rohim, 13 Oktober 2002, 2. Syifa Nazzila A., 15 Agustus 2003, kelas V SD ArRohmah Sumbersekar-Dau 3. Khilfa Wajihan A., 12 September 2004, kelas III SD Alam ArRohmah Putri Dau 4. Tudhia Zia Naura, Lahir 7 Desember 2008, TK-A ArRohmah Putri Dau No. Rekening Tabungan : BCA Dinoyo : 3150753987 BMI ( Muamalat ) : 0223102477 Kendaraan yg dipakai : Suzuki smash FK110 SDK6, AG-6758 DH. Th.2006 – 2012, Kendaraan Sekarang: TVS(NEO 110) N5931JJ Kesehatan : Baik, tidak buta warna dan tidak cacat fisik. Golongan darah : - Tinggi/Berat : 164/ Pengalaman Kerja : 1. Guru Prifat : Pondok Pesantren Mahasiswa ( Pesma ) Al- Istiqomah da. Joyoraharjo Lowokwaru Malang. Mata pelajaran Bahasa Arab ( Nahwu & Shorof ) Th 1998 – 2001. 2. Tim Da’I / Mubaligh Yayasan NIDAUL FITRAH Surabaya Th. 2001-2002 3. Bisnis Pulsa, HP, accecoris th dll 2002-2007. Di Pekalongan Jateng 4. Jualan Mebel ( Bantu Saudara & ortu ) th. 2006 5. Karyawan Pabrik Meubel “MBM” Pandaan-Pasuruan, April-Mei 2007 6. Marketing Kavling Tanah siap bangun, Milik Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) Malang di Lawang. Mei-Desember 2007. sesuai target 8 bulan habis 47 Kavling 7. Januari 2008 - Februari 2010 Marketing, Fundrising & Team Da’I BMH Malang 8. November 2009-Februari 2010 Unit Usaha, Koperasi Karyawan & Team Da’I BMH Malang 9. Distributor/Agen/Member jaringan bisnis Makanan Organik Melilea Internasional. Sejak Desember 2007. beberapa kali training di Jakarta, dan tourfund di/ke Malaysia, 5 – 9 desember : 5 Desember 2009 : Pesawat Airline, Jakarta-Kuala Lumpur (LCCT) 6 Desember 2009 : Hotel Cititel MID Valley Hotel Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur 7 Desember 2009 : Genting Highland Kuala Lumpur 8 Desember 2009 : Genting Highland Fullday Tour 9 Desember 2009 : Genting highland ke Jakarta 10. Th. 2010 Mulai bulan Juni, di Lembaga Zakat), yang bermitra dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jakarta. Sampai Desember 2012 http://baitulmaalassalam.wordpress.com 11. Januari- Maret 2013 di Jaringan Magistra goup/ Langit tujuh group. Pimpinan DR.H.Imam Muhajirin Elfahmi, SH, SPd, MM. April 2013 di www.bmh.or.id Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BMH Malang. Web. http://www.bmhberbagisenyum.blogspot.com/ http://bmhdakwah.blogspot.com/2013/07/ Kegiatan Sosial : Sejak Juni 2010- maret 2013 : Tinggal di Yayasan Ulil Abshor. Ikut mendampingi anak2 panti asuhan ulil abshor. Demikian sekilas riwayat hidup / cv kami. Untuk menjadi tambah kuatnya silaturrahim, dan pertemanan. SALAM Hormat……… Makinuddin, Email / facebook : makin.udin@yahoo.co.id, akun fb saya yang kedua ini atas nama : "makinuddin Ihsan" email akun FB ke-2 : makin.udin70@yahoo.com https://catatanmakinudin.wordpress.com update per Senin, 25 Mei 2014
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s