Komisi VII Kok Ngebet Banget Ngincer Saya. Ada Apa Sih?”

Palu sudah diketuk. Badan Kehormatan (BK) DPR RI menyatakan empat anggota DPR melanggar etika. Katagorinya sedang dan ringan. Putusan itu berawal dari laporan Dahlan Iskan tentang beberapa anggota DPR yang minta jatah ke BUMN. Tapi, BK mengaku kecewa dengan laporan yang dibuat Menteri BUMN, kelahiran Magetan itu. BK mengeluh soal tipisnya laporan dan beberapa kali revisi nama.


Dahlan menjawab,“Kalau map tipis tapi cabe rawit, dibanding satu truk tapi gak ada isinya?,”. Dia mengatakan seharusnya BK tidak mempersoalkan tebal tipisnya laporan. Tapi lihat esensi laporan didalamnya. Melalui BK Dahlan berharap ada perbaikan etika dari anggota DPR.

Pria yang memilih tanggal lahirnya sendiri di 17 Agustus 1951 ini juga bertutur tentang berbagai kontroversi seputar dirinya. Mulai dari infesiensi PLN sebesar Rp37 triliun, tuduhan Komisi VII terhadap keluarganya yang terlibat pengadaan genset PLN. Dan berbagai akrobatnya di BUMN, termasuk urusan bongkar pasang jajaran Direksi dan Komisaris.

Wartawan yang memiliki kode penulis DIS ini juga berbicara soal kemungkinan dia menjadi Presiden atau Wakil Presiden. Kepada Arya Sinulingga, Pemimpin Redaksi MNC News, Dahlan menceritakan semuannya. Hanya di One On One, MNC News.

Arya Sinulingga: Bagaimana kabar laporan pemerah BUMN ke Badan Kehormatan (BK) DPR RI?

Dahlan Iskan: Ketua BK DPR itu mengatakan datanya cuma seperti ini. Ternyata saya hanya datang membawa map tipis. Saya sampaikan bahwa posisi saya kan bukan pelapor. Kecuali bila saya pelapor, saya akan bawa dokumen satu truk. Posisi saya diundang Badan Kehormatan untuk menyampaikan bahan-bahan. Tergantung saya menyampaikan bahan seperti apa. Karena posisi saya hanya untuk menyampaikan bahan, saya (pikir) juga sudah cukup bahan itu. Soal bahan yang tebal atau tipis jangan dilihat itu, tapi lihat esensinya. Jangan dibilang Badan Kehormatan kecewa karena bahan yang dibawa kok cuma map tipis. Kalau map tipis tapi cabe rawit dibanding satu truk tapi gak ada isinya?

Arya Sinulingga : Apa benar terjadi pemerasan terhadap BUMN?

Dahlan Iskan : Saya tidak pernah menggunakan kata pemerasan. Saya harus hati-hati, karena kata pemerasan ada kriterianya tersendiri. Waktu itu saya hanya mengatakan minta bagian. Dan tentu yang mengalami ini para direksi

Arya Sinulingga : Minta bagian dari anggaran?

Dahlan Iskan : Ya. Dan yang mengalami langsung para direksi. Saya bangga sekali kepada para direksi itu karena tidak takut, mereka integritasnya bagus.

Arya Sinulingga : Tapi lucu juga. Kenapa yang diminta itu cuma Merpati, PT Garam, PT PAL itu kan kecil-kecil?

Dahlan Iskan: Malah menurut saya kok sampai hati ya. Sudah kecil masih diminta, rugi masih diminta. Merpati kan rugi besar.

Arya Sinulingga: Bagaimana dengan BUMN yang lain?

Dahlan Iskan: Karena BUMN lain tidak mendapat anggaran dari APBN tentu polanya berbeda. Tapi saya berpendapat sudahlah yang akan datang kecuali industri yang sangat strategis, seperti industri seperti persenjataan, ga usahlah dapat APBN

Arya Sinulingga : Seperti apa pola berbeda itu?

Dahlan Iskan: Biasanya proyek, kemudian tender, suplier. Akan saya teliti. Karena kan begini, saya harus juga keras ke dalam. Jangan ada kesan saya rajin membuka masalah ke luar, sedang ke dalam sendiri saya tidak memperhatikan, Tidak!. Karena itu tahun depan saya akan fokus kepada bagaimana mengatur tender di BUMN. Jangan sampai tender ini menjadi objek untuk kongkalikong, objek untuk korupsi. Saya akan memperhatikan tender ini dengan benar mulai dari menyusun dokumennya bagaimana.

Arya Sinulingga: Anda melihat ada kebocoran dari proses tender-tender itu?

Dahlan Iskan : Aa.. saya belum bisa menyimpulkan itu. Yang jelas dari pengalaman saya di PLN dulu tender-tender itu berpotensi untuk tidak benar. Karena itu sejak dari dokumen harus diperiksa benar-benar. Misalnya ada dokumen tender yang sudah mengarah ke satu pihak dengan memasukkan syarat apa. Istilahnya mengarah kepada satu peserta agar peserta yang lain kalah dengan cara yang benar dengan tanda kutip!

Arya Sinulingga: Apa yang anda harapkan dari laporan pemerah DPR itu? Perbaikan di DPR? Atau apa?

Dahlan Iskan: Menurut saya, seandainya BUMN itu bisa bersih, bisa tertib, itu sudah menyelesaikan korupsi 5 persen di negara ini. Karena BUMN ini kan besar sekali. Kalau BUMN bisa tertib, berarti sebagian masalah korupsi negara ini bisa tertib. Sebagaian lagi ada di Kementrian, di daerah. Sehingga kalau masing-masing pimpinan dari lembaga-lembaga itu membersihkan diri mungkin 80 persen bisa selesai. Tugas saya adalah membersihkan di BUMN

Arya Sinulingga: Lalu mengapa anda melaporkan ini ke BK DPR? Kenapa bukan ke KPK?

Dahlan Iskan: Di KPK itu kan harus ada misalnya tangkap tangan atau bukti yang kuat. Ini kan banyak sekali korupsi yang bisa dibungkus dengan proses administrasi yang baik. Saya sebetulnya ingin melakukan sesuatu. Diatas hukum itu masih ada yang disebut etika. Kalau dalam bahasa pesantren disebut Akhlakul Karimah. Kalau dalam bahasa sehari-hari disebut budi pekerti, kalau dalam bahasa kita disebut etika. Diatas hukum kan ada etika, kalau etika ini bisa ditegakkan, moral bisa ditegakkan. Hukum ini kan akan lebih ringan.

Arya Sinulingga: Apa SBY mengetahui anda membuat laporan soal DPR ini?

Dahlan Iskan : Pak SBY tahu saya lagi ada masalah dengan DPR. Dia tahu, saya juga pernah diminta menghadap beliau empat mata. Beliau berikan dukungan yang kuat untuk bersih-bersih. Apakah bersih-bersih di BUMN atau bersih-bersih pada pihak yang mengajak kongkalikong. Beliau tahu dan mendukung. Beliau juga tahu bahwa saya tidak dalam posisi yang sengaja mengungkap-ungkap ini. Pada awalnya kan bapak presiden selalu menyampaikan di sidang bahwa menteri-menteri harus menghindari dan berusaha keras untuk tidak terjadi kongkalikong, berkali-kali.

Arya Sinulingga : Anda didukung, atau disuruh SBY?

Dahlan Iskan: Oww ndak, jadi begini. Pak SBY menegaskan bahwa menteri-menteri tidak boleh melakukan kongkalikong dan itu diulangi beliau kira-kira sampai sebelas kali. Kemudian setelah sidang kabinet besok paginya saya kirim sms ke beliau. Melaporkan bahwa memang yang disampaikan presiden itu betul. Ada upaya melakukan kongkalikong seperti itu. Tapi Direktur Utama BUMN sekarang integritasnya sudah baik dan kongkalikong seperti itu bisa dihindari, begitu.

Arya Sinulingga: Fadel Muhammad mengatakan anda melakukan itu atas seruan Presiden. Agar isu-isu yang berkembang seperti Century dan lainnya hilang.

Dahlan Iskan: Ahh enggaklah. Tapi sms itu saya kirim juga ke Pak Dipo. Beliau sebagai ketua kelas para menteri. Nah kemudian pak Dipo share sms itu kepada menteri-menteri yang lain. Mungkin niatnya baik agar menteri yang lain melaporkan. Kemudian itu bocor keluar. Kemudian media mempertanyakan itu kepada saya dan saya tidak mungkin tidak menjawab. Hal ini sangat alamiah saja. Saya sama sekali tidak punya niat untuk mengungkap-ungkap, membongkar-bongkar. SMS saya kepada bapak presiden tidak menyebut nama, tidak kok

Arya Sinulingga: Anda ke PT Kertas Leces. Apa untuk menghindari Komisi VII

Dahlan Iskan: Ya ndak lah. Saya sudah komitmen ke Leces satu minggu yang lalu. Di Leces itu ada 2000 karyawan. Sudah satu tahun tidak menentu. Gaji tak menentu, nasib tak menentu. Kemudian kita bisa carikan jalan keluar. Kepastian pabrik kertas Leces itu bisa berjalan membuat mereka sangat bahagia, sangat semangat. Bahkan direktur utamanya itu sampai menangis. Terharu, ga mengira bisa hidup lagi. Ga menyangka 2000 karyawan bisa hidup lagi. Jadi saya sangat penting untuk datang ke acara seperti itu .

Arya Sinulingga : Terobosan apa yang anda lakukan disana ?

Dahlan Iskan : Yang hebat adalah Leces tidak konvensional lagi memproduksi kertas budaya. Karena suatu saat kita percaya dunia akan paperless, tidak butuh kertas lagi. Tapi tetap kertas akan dibutuhkan untuk industri. Mungkin nanti orang tidak jual di toko lagi tapi internet, tapi tetap ketika mengantar barang orang akan menggunakan bungkus kertas. Nah, dia berorientasi ke kertas industri. Bahkan punya terobosan hebat dimana (Leces) akan menanam pisang abaka sebanyak 10.000 hektar (ha) di Nias Utara dan 10.000 ha di Talaud, Sulawesi Utara dekat Filipina sana. Kemudian bisa dipakai untuk bahan baku kertas khusus untuk uang. Sudah terbukti mampu memproduksi itu, sudah di ekspor ke Jepang. Memang masih kecil, tapi Jepang bisa menerima merupakan terobosan besar sehingga ada order kedua dan order berikutnya.

Arya Sinulingga: Komisi VII mengatakan banyak kasus-kasus hingga terjadi inefisiensi sampai Rp 37 triliun.

Dahlan Iskan: Yang saya tidak habis pikir itu, yang diaudit bpk itu kan dua tahun. Dua tahun itu 2010 dan 2011, sedangkan bagian saya kan 2011. Terus kenapa yang diincer itu saya terus? Bahkan ketika saya tidak hadir, itu juga dipersoalkan. Kan disitu ada Dirut PLN, ada Menteri ESDM. Terkesan kok ngebet banget ngincer saya, ada apa sih? Sementara semuanya sudah beres. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) semua sudah diklarifikasi oleh Dirut PLN sudah ga ada masalah. Direksi PLN juga sudah menyiapkan satu dokumen yang tebal.

Arya Sinulingga: Inefesiensi itu dikaitkan dengan pengadaan genset.

Dahlan Iskan : Ya ga apa-apa, kejar saja. Ga akan ada masalah. Kejar sampai liang lahat juga tidak akan menemukan apa apa.

Arya Sinulingga :Benar keluarga anda ikut bermain di pengadaan genset itu?

Dahlan Iskan : Iya. Istri saya katanya jualan genset. Sampai istri saya itu mau bikin kaos yang ada tulisannya “Penjual Genset,” hahaha. Istri saya itu, saya jadi Dirut PLN saja marahnya minta ampun. Ngapain lagi, kita sudah kaya, uang sudah banyak, cucu masih kecil-kecil, ngapain jadi pejabat katanya.

Arya Sinulingga : Nama Nani Wijaya juga disebut-sebut soal genset itu?

Dahlan Iskan : Ya begini, anda wawancara. tanya dia ngerti genset tidak? Saya kira ngerti genset pun dia tidak. Dia itu pemimpin redaksi. Tugasnya lebih banyak di luar negri. Waktu peliputan Filipina, dia lama di Filipina. Paris Dakkar, perang kuwait juga sebagai wartawan. Saya kira genset saja dia tidak ngerti. Dia tidak ngerti dagang sama sekali, dia pure wartawan. Suruh saja yang bicara membuktikan, nanti kalo Nani terbukti saya bayarlah! Hahaha

Arya Sinulingga: Anda merasa dikerjai oleh DPR?

Dahlan Iskan: Saya memang berpikir, kenapa ya saya kok diincer banget. Dan memang berlebihan gitu ngincernya. Saya juga bertanya ada apa ya? Tapi saya tidak mau ambil kesimpulan apa-apa.

Arya Sinulingga: Apa karena anda dianggap ingin jadi Presiden? Sehingga kesalahan anda terus dicari-cari?

Dahlan Iskan : Ya, itu baik juga supaya rakyat tau lah.. baik juga. Enam tahun yang lalu saya sakit keras. Hati saya penuh dengan kanker, dokter mengatakan saya tidak bisa disembuhkan, hidup saya tinggal enam bulan. Tapi kan ternyata saya bisa ganti hati, sejak itu saya bertekad tidak mau kerja untuk cari uang. Karena Tuhan menambah umur saya, mesti hanya untuk kebaikan. Karena itu perusahaan-perusahaan saya tinggalkan. Yang saya inginkan hanya tiga: Jadi guru jurnalistik, menulis buku dan mengurus pesantren keluarga. Saya tidak punya cita-cita apa-apa lagi selain dari yang tiga itu. Bahwa kemudian saya dipanggil bapak Presiden untuk jadi Dirut PLN. Saya ajukan syarat, Pak saya ini sudah terlanjur berjanji, tidak mau bekerja dengan motif mencari uang. Jadi boleh ga? saya tidak ambil gaji Tidak pakai mobil dinas, tidak pakai telepon dinas. Ngapain saya ngobjek, gaji saya bisa sampai 150 juta lebih perbulannya hehehe..

Arya Sinulingga: Bagaimana dengan membuka pintu tol, tidur bersama petani membersihkan toilet. Apa anda sedang melakukan pencitraan?

Dahlan Iskan : Ga apa-apa saya dibilang pencitraan. Enggak apa-apa. Terserah orang menganggap apa. Tapi bahwa saya munguti sampah di itu kebiasaan saya sejak lama sekali. Sekarang kan hasilnya nyata. Keluar dari pesawat, misalnya ada sampah di belalainya itu, pasti saya ambil. Karena Menteri BUMN itu urusannya termasuk bandara. Kebetulan hari itu waktu saya bersih-bersih ada yang lihat, dia bawa tustel (kamera) kemudian saya di foto. Tapi sebelumnya saya melakukan itu sudah lama dan sudah menjadi kebiasaan.

Arya Sinulinnga: Kalau dikatakan BUMN saat ini tidak banyak perkembangan, bagaimana menurut anda?

Dahlan Iskan: Sekarang ini Telkom itu luar biasa hebatnya. Bank Mandiri luar biasa, bank BRI luar biasa. Pabrik semen itu sekarang menjadi pabrik semen terbesar di Asia Tenggara. Garuda sudah mengalahkan Malaysia, mengalahkan Thai Airways. Kimia Farma juga melejit luar biasa. Ada beberapa yang turun, salah satunya kelapa sawit, karena harga dunia. Karet juga turun. Tapi selebihnya hebat, seperti pabrik gula, dulu pabrik gula itu kan jelek sekali.

Arya Sinulingga: Bagaimana dengan dividen yang diberikan BUMN kepada negara? Apa bertambah?

Dahlan Iskan: Maunya saya turun sih. Tapi Menteri Keuangan ingin menambah terus. BUMN itu yang penting bagaimana bisa menggerakkan ekonomi negara. Nanti dividenya itu dari Rp33 triliun akan menjadi Rp35 triliun atau Rp38 triliun. Jadi akan naik Rp3 triliun, jadi begini Rp3 triliun dari BUMN masuk ke kas negara, di kas negara campur dengan uang lain. Kemudian menjadi proyek di APBN akan menjadi proyek dengan nilai maksimum Rp 3 triliun itu pun kalo menjadi proyek. Jika tidak habis dengan biaya rutin. Kalau uang ini tidak disetor sebagai dividen, tapi langsung dijadikan proyek oleh BUMN ini bisa Rp 12 triliun proyeknya. Karena uang Rp 3 triliun ini hanya menjadi setoran 30% terus menambah uang dari bank. Sehingga proyek yang bisa ditangani dengan uang Rp 3 triliun ini proyeknya bisa Rp 12 triliun.

Arya Sinulingga: Kita bandingkan dengan Singapura, mereka punya Temasek. Ada tidak target Telkom akan seperti Temasek. Tidak hanya berkutat di Indonesia

Dahlan Iskan: Seharusnya seperti itu. Saya mendengar aspirasi seperti itu. Karena itu tahun ini, maksudnya 2013 nanti, Telkom akan mengerjakan Telkom Timor-Timur. Selama ini kan dikuasai Telkomnya (perusahaan telekomunikasi) Portugal. Telkom saat ini juga sedang melakukan tender dengan negara lain. Saya belum mau menyebutkan angkanya. Semen Gresik sekarang sudah membeli pabrik semen di Vietnam. PT Timah sudah membeli tambang timah di Birma dan 2013 akan di eksploitasi. Kalau dulu orang asing menambang di Indonesia, sekarang orang Indonesia akan menambang di luar negri.

Arya Sinulingga: Di luar negeri asuransi bisa menjadi lembaga investasi. Kenapa disini tidak bisa seperti itu?

Dahlan Iskan: Kita lagi membenahi asuransi. Kita yang terbesar Jamsostek dan Jamsostek ini nanti kan tidak boleh lagi dipakai seperti itu. Kita tinggal punya Jasindo, Jasindo ini dibilang kuat betul juga belum, dibilang tidak kuat juga tidak. Masih sedang lah begitu ini bagaimana nanti kita coba membesarkannya

Arya Sinulingga : Di Singapura, pemodal bisa masuk (investasi) untuk asuransi seperti Jamsostek. Kenapa disini tidak seperti itu?

Dahlan Iskan: Misalnya begini, kekuatan kita untuk itu harusnya Rp 200 triliun. Nah sekarang selama ini banyak di taruh di perusahaan-perusahaan yang sahamnya bagus. Misalnya seperti itu, untuk dimasukan ke jalan tol, pelabuhan, bandara. Nah sekarang sedang proses menjadi seperti itu. Misalnya uangnya Jamsostek, Askes hanya ditaruh di bank dengan bunga yang hanya 7 persen. Kalau ditanam di jalan tol, keuntungannya ada dua. Hasil yang lebih besar dan infrastrukturnya akan jadi.

Arya Sinulingga: Anda mengatakan Direksi-Direksi BUMN ini bagus kredibilitasnya. Apa karena itu orang-orang pilihan anda?

Dahlan Iskan : Kebetulan yang tiga orang itu iya. Direktur utama Merpati iya. Banyak yang sejak saya jadi mentri yang kami pilih Direktur Utama.

Arya Sinulingga: Keputusan anda memilih direksi tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS) itu cukup kontroversial. Apa SBY marah soal itu?

Dahlan Iskan: Enggaklah maksudnya tidak begitu. Menentukan direksi itu harus dengan RUPS. Kalau tidak batal demi hukum, tidak sah. Masalahnya, mungkin orang tidak terlalu paham, RUPS di BUMN itu hanya satu orang, saya sendiri. Karena sahamnya dipegang seratus persen oleh pemerintah. Pemerintah disitu kan saya yang mewakili. Keputusan saya sudah sama dengan keputusan RUPS. Seratus persen kok.

Arya Sinulingga: Untuk pemilihan Direksi Pertamina, dengar-dengar Pak Hatta Rajasa ngambek sama anda?

Dahlan Iskan: Enggaklah. Saya dengan pak Hatta hubungannya sangat baik. Saya sangat tunduk dengan pak Hatta sebagai koordinator para menteri di bidang itu.

Arya Sinulingga: Anda menggeser Wakil Komisaris Pertamina Umar Said dan Komisaris Triharyo Susilo (Hengki). Apa anda mengganti mereka karena mencium sesuatu?

Dahlan Iskan: Terserah kalau diterjemahkan seperti itu. Tapi saya sebenarnya melihat tidak perlu adanya wakil komisaris utama. Tidak perlu ada wakil direktur utama, supaya jalur komando bisa lebih jelas dan langsung
Sebetulnya kita melihat Pak Hengki itu anak muda kok di komisaris. Anak muda hebat, lebih baik beliau di eksekutif. Tapi di BUMN mana gitu. Saya punya rencana tertentu sebetulnya untuk beliau untuk ditempatkan menjadi Direktur Utama BUMN lain. Tapi ternyata beliau sudah bekerja di tempat lain.

Arya Sinulingga: Bagaimana dengan Petral. Anda sebelumnya ingin membubarkan Petral. Tapi Petral tidak jadi bubar.

Dahlan Iskan : Tapi esensinya kan bubar. Karena yang dipersoalkan orang kan mengapa Pertamina membeli BBM dari Petral? Nah sekarang meski Petral tidak dibubarkan tapi Pertamina sudah tidak membeli BBM lagi dari Petral. Dan sudah tidak membeli minyak mentah lagi dari Petral. Melainkan kepada pemilik produsen. Petral sekarang mengubah diri bekerja untuk trading yang umum. Misalnya begini, Petral beli minyak dari negara mana dan dijual dari negara mana. Bagi saya itu tidak ada masalah

Arya Sinulingga: Betul banyak korupsi di Petral?

Dahlan Iskan : Semua orang menganggap begitu. Tapi saya tidak bisa membuktikan. Kalau di audit semua beres. Kalau ditinjau tendernya secara formal semua beres. Saya tidak mempersoalkan itu yang penting tidak lagi membeli dari Petral.

Arya Sinulingga : Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengatakan dibanding tokoh lain anda termasuk terbaik. Nomor dua, setelah Mahfud MD.

Dahlan Iskan : Saya jangan ditanya itu deh. Saya ini ingin kerja. Kerja, kerja, kerja. Karena kalau ditanya itu nanti saya terpengaruh. Menganggu pekerjaan, apalagi saya Menteri BUMN nanti dikaitkan. Wah ini Dahlan Iskan gunakan BUMN untuk kampanye. Nanti ga produktif. Saya ingin BUMN tahun 2013 itu betul-betul meloncat dan tanda-tanda itu sudah besar. Untuk hasil LSI, saya sudah tahu.Saya tau mengapa LSI melakukan itu, agar rakyat tidak salah pilih. Karena kalau yang dikatakan LSI itu membuat orang-orang tahu dengan tokoh-tokoh yang ada. Sedangkan dari desa-desa kan yang hanya di media. Saya minta kepada teman-teman, misalnya begini, jangan-jangan saya ratingnya tinggi karena banyak diantara (responden) itu adalah pemimpin redaksi (Pimred). Sedang saya dari media, ini bias nanti. Saya minta untuk coba yang suaranya Pimred dikeluarkan semua, ternyata hasilnya sama

Arya Sinulingga : Rakyat butuh pemimpin yang mau bekerja, langsung action. Tidak bertele-tele. Sebagian masyarakat melihat anda termasuk pemimpin yang seperti itu.

Dahlan Iskan: Saya ini orang yang sangat percaya kepada takdir. Sehingga seperti itu saya serahkan sepenuhnya kepada takdir. Jabatan setinggi Presiden, Wakil Presiden itu campur tangan Tuhan. Campur tangan Allah sangat dominan sekali. Begini, terbukti begitu banyak orang yang ingin jadi presiden, tapi tidak jadi juga. Padahal orang itu sangat dihormati, sangat bersejarah. Kemudian tokoh yang membuat republik ini baik toh tidak jadi juga. Jadi dalam hal ini saya tidak kemerungsung. Saya tidak usaha berlebihan, saya sepenuhnya serahkan pada takdir.

Arya Sinulingga: Angka di survei anda tinggi. Apa kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)?

Dahlan Iskan: Saya tidak pernah bicara itu dengan pak SBY. Dan saya tidak dalam posisi yang mengajak bicara hal itu juga dengan beliau.

Arya Sinulinnga: Bukan kata anda ke SBY. Tapi apa kata SBY ke anda?

Dahlan Iskan: Saya sangat hati-hati bicara dengan pak SBY. Beliau orang cerdas, beliau sensitif, hatinya halus, berfikirnya panjang. Sehingga beliau bisa menganalisa saya, kata-kata dan ucapan saya dan saya tidak mungkin membicarakan hal itu dengan beliau.

Arya Sinulingga : Bila rakyat membutuhkan, anda siap jadi Presiden?

Dahlan Iskan : Saya serahkan pada takdir!!

Sumber:
http://news.okezone.com/read/2012/12/15/62/732625/komisi-vii-kok-ngebet-banget-ngincer-saya-ada-apa-sih

 

Tentang interpreneur 2012

Curiculum Vite / Ikhtisar Riwayat Hidup Nama Lengkap : Makinuddin Nama Panggilan : Makin Alamat rumah tinggal : Jl. Gotongroyong RT04 RW02 Jetakngasri MulyoAgung-Dau- Malang Alamat KTP : Jl. KH. Hasyim Asy’ari VI/1386. RT 06 RW 05 Kauman Klojen-Malang Telp & HP : 0877.5961.0020/ 0852-3496-4872 & 0341-8441973 Nama Orang tua : Moch. Ihsan (Alm) & Siti Halimah Alamat Orang tua : RT 03 RW 01 Juwah Siman Kepung-Kediri Susunan Keluwarga : Anak ke-6 dari 7 bersaudara : 1. Moch. Ishom,MPd 2. Miftakhurrohmah : Guru SDN Catak Gayam Mojowarno-Jombang 3. Nikmatur Rofi’ah : Guru TK di Kayen Lor Papar-Kediri 4. Moch. Imron,Drs : Guru MTS Nabatul Ulum Kediri. Pedagang 5. Tsamrotul Fiqoyah : Swasta di Kediri 6. Makinuddin : - 7. Ibnu Mundzir,SS : Guru PNS MAN Godang Legi, Dosen UIN-Malang Tempat, Tanggal lahir : Kediri, 01 November 1973 Bahasa yang di kuasai : Indonesia, jawa ngoko, Arab ( Membaca, sedikit lisan dan tulisan) Agama/Suku/Warga : Islam/Jawa/Warga Negara Indonesia NPWP : 25.427.693.4-652.000 No. K.T.P /dikeluarkan : 3573.020111.73 0006/pemkot Dati II Malang Maret 2009 No. S.I.M.C /dikeluarkan : 73111.525.0909/polresta Malang Oktober 2012 No. S.I.M.A /dikeluarkan : 73111.525.0922/polresta Malang Desember 2012 No. Paspor /dikeluarkan : T-966669 / Imigrasi Malang Oktober 2009 Status Pernikahan : Menikah, ( Istri: Miftakhul Karomah,SAg ) Dengan 4 anak: 1. Alif Abd. Rohim, 13 Oktober 2002, 2. Syifa Nazzila A., 15 Agustus 2003, kelas V SD ArRohmah Sumbersekar-Dau 3. Khilfa Wajihan A., 12 September 2004, kelas III SD Alam ArRohmah Putri Dau 4. Tudhia Zia Naura, Lahir 7 Desember 2008, TK-A ArRohmah Putri Dau No. Rekening Tabungan : BCA Dinoyo : 3150753987 BMI ( Muamalat ) : 0223102477 Kendaraan yg dipakai : Suzuki smash FK110 SDK6, AG-6758 DH. Th.2006 – 2012, Kendaraan Sekarang: TVS(NEO 110) N5931JJ Kesehatan : Baik, tidak buta warna dan tidak cacat fisik. Golongan darah : - Tinggi/Berat : 164/ Pengalaman Kerja : 1. Guru Prifat : Pondok Pesantren Mahasiswa ( Pesma ) Al- Istiqomah da. Joyoraharjo Lowokwaru Malang. Mata pelajaran Bahasa Arab ( Nahwu & Shorof ) Th 1998 – 2001. 2. Tim Da’I / Mubaligh Yayasan NIDAUL FITRAH Surabaya Th. 2001-2002 3. Bisnis Pulsa, HP, accecoris th dll 2002-2007. Di Pekalongan Jateng 4. Jualan Mebel ( Bantu Saudara & ortu ) th. 2006 5. Karyawan Pabrik Meubel “MBM” Pandaan-Pasuruan, April-Mei 2007 6. Marketing Kavling Tanah siap bangun, Milik Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) Malang di Lawang. Mei-Desember 2007. sesuai target 8 bulan habis 47 Kavling 7. Januari 2008 - Februari 2010 Marketing, Fundrising & Team Da’I BMH Malang 8. November 2009-Februari 2010 Unit Usaha, Koperasi Karyawan & Team Da’I BMH Malang 9. Distributor/Agen/Member jaringan bisnis Makanan Organik Melilea Internasional. Sejak Desember 2007. beberapa kali training di Jakarta, dan tourfund di/ke Malaysia, 5 – 9 desember : 5 Desember 2009 : Pesawat Airline, Jakarta-Kuala Lumpur (LCCT) 6 Desember 2009 : Hotel Cititel MID Valley Hotel Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur 7 Desember 2009 : Genting Highland Kuala Lumpur 8 Desember 2009 : Genting Highland Fullday Tour 9 Desember 2009 : Genting highland ke Jakarta 10. Th. 2010 Mulai bulan Juni, di Lembaga Zakat), yang bermitra dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jakarta. Sampai Desember 2012 http://baitulmaalassalam.wordpress.com 11. Januari- Maret 2013 di Jaringan Magistra goup/ Langit tujuh group. Pimpinan DR.H.Imam Muhajirin Elfahmi, SH, SPd, MM. April 2013 di www.bmh.or.id Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BMH Malang. Web. http://www.bmhberbagisenyum.blogspot.com/ http://bmhdakwah.blogspot.com/2013/07/ Kegiatan Sosial : Sejak Juni 2010- maret 2013 : Tinggal di Yayasan Ulil Abshor. Ikut mendampingi anak2 panti asuhan ulil abshor. Demikian sekilas riwayat hidup / cv kami. Untuk menjadi tambah kuatnya silaturrahim, dan pertemanan. SALAM Hormat……… Makinuddin, Email / facebook : makin.udin@yahoo.co.id, akun fb saya yang kedua ini atas nama : "makinuddin Ihsan" email akun FB ke-2 : makin.udin70@yahoo.com https://catatanmakinudin.wordpress.com update per Senin, 25 Mei 2014
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s