Selamat ! Presiden SBY Pilih Anang Iskandar Kepala BNN Yang Baru

Kalemdikpol Polri Komjen Pol Oegroseno (kiri) menyematkan tanda jabatan kepada pejabat baru Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen Pol Anang Iskandar (kanan), pada Upacara Pelantikan Gubernur Akpol, di Lapangan Bhayangkara Akpol Semarang, Jateng, Jumat (14/9). (FOTO ANTARA/R. Rekotomo)

 

Jakarta, 8 Desember 2012 (KATAKAMI.COM)  — Akhirnya, terjawablah sudah polemik dan kontroversi pergantian Kepala BNN yang baru. Setelah digantung selama sepekan — tentang siapa yang akan menjadi Kepala BNN yang baru — teka teki itu terjawablah sudah. Hari Sabtu (8/12/2012) sore diumumkan bahwa Kepala BNN yang baru adalah Irjen. Anang Iskandar.

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyon akhirnya menunjuk Inspektur Jenderal Anang Iskandar sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru, menggantikan Komjen Polisi Purnawirawan Gories Mere yang sudah jadi masa lalu (pensiun) per tanggal 1 Desember 2012.

Sumber KATAKAMI.COM menyebutkan bahwa Presiden SBY sudah menanda-tangan Keputusan Presiden (Keppres) yang berisi tentang pemberhentian secara hormat terhadap Gories Mere dan sekaligue mengangkat Komjen. Polisi Oegroseno sebagai Kepala BNN yang baru.

Bahkan pelantikan Oegroseno sudah dijadwalkan pada hari Senin (3/12/2012) lalu.

Akan tetapi ternyata ada sekelompok orang yang takut akan ketegasan Oegroseno bila menjabat sebagai Kepala BNN yang baru, maka dipermasalahkan soal usia Oegroseno yang dianggap melanggar Pasal 69 UU Nomor 35 Tahun 2009.

Pasal 69 ayat 7 UU Nomor 35 Tahun 2009 berbunyi sebagai berikut :

f. (Calon Kepala BNN) berusia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun

 

Kepala Lemdikpol Komisaris Jenderal Polisi Oegroseno

 

Oegroseno (Angkatan 1978) sebenarnya berusia 56 tahun.

Ia baru akan memasuki usia 57 tahun pada tanggal 17 Februari 2013 mendatang. Sedangkan untuk pensiun, Oegroseno akan memasuki purna bakti (pensiun) per tanggal 1 Maret 2014 mendatang.

Mantan Kepala BNN yang sudah demisioner yaitu Gories Mere disinyalir melakukan manuver-manuver untuk menjegal langkah Oegroseno menjadi Kepala BNN yang baru.

Sudah sejak lama, diduga ada semacam ketakutan tidak beralasan dan kedengkian yang tidak sehat dari diri Gories Mere terhadap Oegroseno.

Kepada KATAKAMI.COM dalam sebuah kesempatan, Oegroseno mengaku bahwa ia tidak berambisi jadi Kepala BNN.

Jika memang ia yang ditunjuk dan dilantik Presiden sebagai Kepala BNN yang baru, maka seperti pada jabatan-jabatan sebelumnya Oegroseno akan melakukan yang terbaik.

Sebab ia punya cita-cita yang luhur bahwa ia ingin memasuki masa pensiunnya di Polri. Ia akan menuntaskan pengabdiannya kepada bangsa dan negara sebagai aparat penegak hukum.

Yang cukup menarik dari penunjukan Irjen Anang Iskandar sebagai Kepala BNN yang baru, dua hari lalu Oegroseno bertemu dengan Anang Iskandar di Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang.

Sebanyak 300 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang lulus mengikuti pendidikan Candra Bhara Taruna Den 47 Satryo Pambudi.

Peserta pendidikan ini mendapat tanda pangkat Bhayangkara Dua Taruna (Bharadatar) yang disematkan oleh Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) Komjen Pol Drs Oegroseno SH pada hari Kamis (6/12/2012) lalu.

Posisi Anang sebagai Gubernur Akpol, juga dilantik oleh Oegroseno pada tanggal 14 September 2012 lalu.

Kini, Anang jugalah yang akhirnya menjadi Kepala BNN yang baru, saat nama Oegroseno “terhadang” pada masalah usia untuk menjadi Kepala BNN yang baru.

 

Irjen Polisi Anang Iskandar

 

Anang Iskandar adalah perwira tinggi Polri dari Angkatan 1983.

Ia lahir di Mojokerto, 18 Mei 1958.

Saat ini, jabatan Anang Iskandar adalah Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) yang menggantikan pejabat sebelumnya yaitu Irjen. Djoko Susilo.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Akpol, Anang secara berturut-turut menjadi Kepala Divisi Humas Mabes Polri (2012) dan Kapolda Jambi (2011).

Masuknya Anang sebagai Kepala BNN yang baru mengakhiri dominasi perwira tinggi Polri non muslim selama 8 tahun terakhir.

Sejak tahun 2006, BNN dipimpin oleh perwira-perwira tinggi non muslim.

Tahun 2006, BNN dipimpin oleh Komisaris Jenderal Made Mangku Pastika yang beragama Hindu dan bersuku Bali.

Awal tahun 2007 hingga tanggal 1 Desember 2012 (selama hampir 6 tahun), BNN dipimpin oleh Komisaris Jenderal Gories Mere yang beragama Kristen dan bersuku Flores.

Terakhir kali perwira tinggi Polri beragama Islam memimpin Polri adalah tahun 2005 yaitu Sutanto (yang kemudian menjadi Kapolri).

Penunjukan Anang, paling tidak memberikan kesempatan kepada perwira tinggi beragama Islam memimpin BNN secara profesional (setelah hampir 8 tahun, jabatan yang sangat strategis ini didominasi oleh perwira-perwira tinggi non muslim.

Sesuai dengan prinsip dan semangat penugasan yang berlandaskan “Tour of Duty, Tour of Area”, kesempatan harus diberikan secara adil dan merata.

Anang Iskandar harus menunjukkan kinerja yang terbaik dengan mengedepankan ketegasan dan profesionalitas yang sangat tinggi dalam memimpin BNN.

Ia harus mengupayakan revisi pada UU Nomor 35 Tahun 2009, terutama Pasal 69 yang mengatur pemberhentian dan pengangkatan Kepala BNN.

Pasal 69 yang saat ini tertera dalam UU BNN tersebut sangat manipulatif dan multi tafsir.

Masalah pemberhentian dan pengangkatan Kepala BNN diatur pada Bagian Kedua Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009. Dimana pada Bagian Kedua UU Nomor 35 Tahun 2009 ini, dimulai dengan Pasal 68 dan dilanjutkan pasal 69.

Bagian Kedua

Pengangkatan dan Pemberhentian

Pasal 68

(1) Kepala BNN diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.

(2) Syarat dan tata cara pengangkatan dan pemberhentian Kepala BNN sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Presiden.

Pasal 69

Untuk dapat diusulkan menjadi Kepala BNN, seorang calon harus memenuhi syarat:

a. warga negara Republik Indonesia;

b. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

c. sehat jasmani dan rohani;

d. berijazah paling rendah strata 1 (satu);

e. berpengalaman paling singkat 5 (lima) tahun dalam penegakan hukum dan paling singkat 2 (dua) tahun dalam pemberantasan Narkotika;

f. berusia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun;

g. cakap, jujur, memiliki integritas moral yang tinggi, dan memiliki reputasi yang baik;

h. tidak pernah melakukan perbuatan tercela;

i. tidak menjadi pengurus partai politik; dan

j. bersedia melepaskan jabatan struktural dan/atau jabatan lain selama menjabat kepala BNN.

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo (kiri) menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Kepolisian RI di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/8/2012). ANTARA/Widodo S. Jusuf

 

Sejak awal BNN dibentuk, Negara mengamanatkan bahwa lembaga anti narkoba ini harus dipimpin oleh perwira tinggi Kepolisian.

Berdasarkan UU yang baru yaitu UU Nomor 35 Tahun 2009, BNN berada dibawah langsung Presiden.

Dan Kepala BNN adalah perwira tinggi POLRI dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Jenderal berbintang 3).

Salah satu kelemahan utama dari UU Nomor 35 Tahun 2009 adalah tidak mencantumkan kalimat bahwa “Calon Kepala BNN adalah  perwira tinggi Polri dengan pangkat Komisaris Jenderal”.

Dari 10 poin persyaratan calon Kepala BNN pada Pasal 69, kelemahan lainnya terdapat pada poin e yang mengatakan bahwa calon Kepala BNN harus mempunyai pengalaman paling singkat 5 (lima) tahun dalam penegakan hukum dan paling singkat 2 (dua) tahun dalam pemberantasan Narkotika.

Apa kelemahannya ?

Seorang perwira tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal, mereka sudah punya pengalaman selama minimal 30 tahun dalam penegakan hukum di negara ini.

Itulah sebabnya selama ini, mayoritas Kepala BNN yang pernah memimpin adalah para perwira tinggi POLRI yang sudah pernah berpengalaman menjadi Wakapolda, Kapolda, Wakabareskrim atau Kabareskrim.

Kalau merujuk pada ayat e Pasal 69 UU Nomor 35 tahun 2009 bahwa calon Kepala BNN haruslah seorang polisi yang mempunyai pengalaman tugas minimal 5 tahun dalam penegakan hukum dan minimal 2 tahun dalam pemberantasan narkoba, maka persyaratan ini adalah persyaratan yang sangat salah, menyesatkan dan penuh penyimpangan.

Terlalu dangkal dan minim pengalaman jika Calon Kepala BNN hanya diwajibkan mempunyai pengalaman 5 tahun dalam penegakan hukum dan pengalaman 2 tahun dalam pemberantasan narkoba.

Persyaratan dalam Pasal 69 UU BNN, lebih cocok dipakai jika hendak menyaring calon-calon Kepala Satuan (Kasat) narkoba di Polres-Polres, atau yang hendak dipromosikan menjadi Direktur Narkoba di Polda-Polda.

Saat ini di jajaran Kepolisian Republik Indonesia, polisi-polisi yang mempunyai pengalaman 5 tahun dalam penegakan hukum dan berpengalaman 2 tahun pemberantasan narkoba adalah setingkat KAPOLSEK dan Kepala Satuan Narkoba di Polres-Polres yang berpangkat AKP (Ajun Komisaris Polisi) yang setara dengan pangkat KAPTEN di TNI.

 

 

Kemudian, jika didalami persyaratan lain bahwa dalam Undang Undang ini yaitu Calon Kepala BNN harus yang berpendidikan minimal Strata 1 (Sarjana).

Persyaratan tentang Sarjana Strata 1 ini agak absurd dan kurang lengkap.

UU BNN ini samasekali tidak mencantumkan bahwa Calon Kepala BNN  adalah perwira tinggi POLRI (berpangkat minimal Inspektur Jenderal dan paling tinggi berpangkat Komisaris Jenderal).

Yang dicantumkan justru persyaratan bahwa “Calon Kepala BNN harus berpendidikan minimal Sarjana Strata 1″.

Apakah ada di Indonesia ini, Sarjana Strata 1 yang punya pengalaman kerja sebagai aparat penegak hukum yang punya pengalaman 5 tahun dan pengalaman memberantas narkoba selama 2 tahun ?

Tidak ada !

Kalimatnya harus dibuat seperti ini, “Calon Kepala BNN adalah perwira tinggi POLRI berpangkat Komisaris Jenderal dengan usia 56 tahun, dengan minimal pendidikan Sarjana S 1 dan berpengalaman minimal 30 tahun dalam penegakan hukum di Indonesia”.

Kemudian, kelemahan yang paling fatal dari UU BNN ini adalah tidak diatur jangka waktu jabatan Kepala BNN.

Akibatnya, UU BNN ini memungkinan Kepala BNN bisa menjabat seumur hidupnya hingga memasuki masa pensiun sebagai perwira tinggi kepolisian.

Mengapa bisa, sebuah  Undang Undang tidak mengatur dan tidak membatasi jangka waktu jabatan seorang Kepala BNN ?

Padahal, masa jabatan seorang presiden di negara ini saja diatur secara jelas.

Karena tidak diatur dan tidak dibatasi jangka waktu masa jabatannya, maka Komjen Gories Mere (Kepala BNN yang lama, seorang perwira tinggi Polri dari Angkatan 1977) bisa lolos memimpin BNN selama 6 tahun.

Aturlah persyaratan Calon Kepala BNN secara benar dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Jangan dibuat sangat rancu, absurd, multi tafsir dan membuka peluang seseorang bisa menjabat sebagai Kepala BNN secara tak terbatas (absolute).

Seorang sejarahwan sekaligus bangsawan Inggris yang bernama John Dalberg Acton atau yang lebih dikenal dengan Lord Acton (1834-1902) mengatakan bahwa kekuasan berkorelasi positif dengan korupsi.

Lord Acton mengatakan “Power tends to corrupt, Absolute power corrupts absolutely”.

Kita semua harus menyadari bahwa KEKUSAAN (POWER) yang tidak terbatas waktunya, akan membuka peluang terjadinya berbagai penyimpangan.

Itu sebabnya, Undang Undang perlu mengatur KEKUASAAN (POWER) dengan sangat ketat dan tepat.

 

MABES POLRI

 

Kini, Kepala BNN yang baru sudah terpilih.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengambil keputusan untuk memberhentikan dengan hormat Komjen. Polisi Purnawirawan Gories Mere dan mengangkat Irjen Anang Iskandar sebagai Kepala BNN yang baru.

Apapun yang menjadi keputusan Presiden harus dihormati oleh semua pihak sebab ini adalah HAK PREROGATIF beliau.

Irjen Anang Iskandar akan dilantik pada Hari Selasa, 11 Desember 2012.

Ia harus mengingat mengingat satu hal ini dengan sebaik-baiknya bahwa NEGARA tidak boleh kalah melawan narkoba.

Ia harus buktikan bahwa ia mampu bekerja secara profesional, menjaga moralitas, profesionalitas dan integritas.

Menjalin kerjasama dan koordinasi yang terbaik dengan institusi POLRI serta instansi lain yang terkait dalam penanganan narkoba.

Meminjam istilah Komisaris Jenderal Polisi Oegroseno, “Pengabdian Polisi Tak Kenal Lelah”.

Irjen Anang, buatlah Indonesia bangga dan pastikan tahun 2015 Indonesia memang bisa bebas dari narkoba !

http://www.katakami.com/index.php?option=content&task=detail&id=30351

Tentang interpreneur 2012

Curiculum Vite / Ikhtisar Riwayat Hidup Nama Lengkap : Makinuddin Nama Panggilan : Makin Alamat rumah tinggal : Jl. Gotongroyong RT04 RW02 Jetakngasri MulyoAgung-Dau- Malang Alamat KTP : Jl. KH. Hasyim Asy’ari VI/1386. RT 06 RW 05 Kauman Klojen-Malang Telp & HP : 0877.5961.0020/ 0852-3496-4872 & 0341-8441973 Nama Orang tua : Moch. Ihsan (Alm) & Siti Halimah Alamat Orang tua : RT 03 RW 01 Juwah Siman Kepung-Kediri Susunan Keluwarga : Anak ke-6 dari 7 bersaudara : 1. Moch. Ishom,MPd 2. Miftakhurrohmah : Guru SDN Catak Gayam Mojowarno-Jombang 3. Nikmatur Rofi’ah : Guru TK di Kayen Lor Papar-Kediri 4. Moch. Imron,Drs : Guru MTS Nabatul Ulum Kediri. Pedagang 5. Tsamrotul Fiqoyah : Swasta di Kediri 6. Makinuddin : - 7. Ibnu Mundzir,SS : Guru PNS MAN Godang Legi, Dosen UIN-Malang Tempat, Tanggal lahir : Kediri, 01 November 1973 Bahasa yang di kuasai : Indonesia, jawa ngoko, Arab ( Membaca, sedikit lisan dan tulisan) Agama/Suku/Warga : Islam/Jawa/Warga Negara Indonesia NPWP : 25.427.693.4-652.000 No. K.T.P /dikeluarkan : 3573.020111.73 0006/pemkot Dati II Malang Maret 2009 No. S.I.M.C /dikeluarkan : 73111.525.0909/polresta Malang Oktober 2012 No. S.I.M.A /dikeluarkan : 73111.525.0922/polresta Malang Desember 2012 No. Paspor /dikeluarkan : T-966669 / Imigrasi Malang Oktober 2009 Status Pernikahan : Menikah, ( Istri: Miftakhul Karomah,SAg ) Dengan 4 anak: 1. Alif Abd. Rohim, 13 Oktober 2002, 2. Syifa Nazzila A., 15 Agustus 2003, kelas V SD ArRohmah Sumbersekar-Dau 3. Khilfa Wajihan A., 12 September 2004, kelas III SD Alam ArRohmah Putri Dau 4. Tudhia Zia Naura, Lahir 7 Desember 2008, TK-A ArRohmah Putri Dau No. Rekening Tabungan : BCA Dinoyo : 3150753987 BMI ( Muamalat ) : 0223102477 Kendaraan yg dipakai : Suzuki smash FK110 SDK6, AG-6758 DH. Th.2006 – 2012, Kendaraan Sekarang: TVS(NEO 110) N5931JJ Kesehatan : Baik, tidak buta warna dan tidak cacat fisik. Golongan darah : - Tinggi/Berat : 164/ Pengalaman Kerja : 1. Guru Prifat : Pondok Pesantren Mahasiswa ( Pesma ) Al- Istiqomah da. Joyoraharjo Lowokwaru Malang. Mata pelajaran Bahasa Arab ( Nahwu & Shorof ) Th 1998 – 2001. 2. Tim Da’I / Mubaligh Yayasan NIDAUL FITRAH Surabaya Th. 2001-2002 3. Bisnis Pulsa, HP, accecoris th dll 2002-2007. Di Pekalongan Jateng 4. Jualan Mebel ( Bantu Saudara & ortu ) th. 2006 5. Karyawan Pabrik Meubel “MBM” Pandaan-Pasuruan, April-Mei 2007 6. Marketing Kavling Tanah siap bangun, Milik Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) Malang di Lawang. Mei-Desember 2007. sesuai target 8 bulan habis 47 Kavling 7. Januari 2008 - Februari 2010 Marketing, Fundrising & Team Da’I BMH Malang 8. November 2009-Februari 2010 Unit Usaha, Koperasi Karyawan & Team Da’I BMH Malang 9. Distributor/Agen/Member jaringan bisnis Makanan Organik Melilea Internasional. Sejak Desember 2007. beberapa kali training di Jakarta, dan tourfund di/ke Malaysia, 5 – 9 desember : 5 Desember 2009 : Pesawat Airline, Jakarta-Kuala Lumpur (LCCT) 6 Desember 2009 : Hotel Cititel MID Valley Hotel Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur 7 Desember 2009 : Genting Highland Kuala Lumpur 8 Desember 2009 : Genting Highland Fullday Tour 9 Desember 2009 : Genting highland ke Jakarta 10. Th. 2010 Mulai bulan Juni, di Lembaga Zakat), yang bermitra dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jakarta. Sampai Desember 2012 http://baitulmaalassalam.wordpress.com 11. Januari- Maret 2013 di Jaringan Magistra goup/ Langit tujuh group. Pimpinan DR.H.Imam Muhajirin Elfahmi, SH, SPd, MM. April 2013 di www.bmh.or.id Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BMH Malang. Web. http://www.bmhberbagisenyum.blogspot.com/ http://bmhdakwah.blogspot.com/2013/07/ Kegiatan Sosial : Sejak Juni 2010- maret 2013 : Tinggal di Yayasan Ulil Abshor. Ikut mendampingi anak2 panti asuhan ulil abshor. Demikian sekilas riwayat hidup / cv kami. Untuk menjadi tambah kuatnya silaturrahim, dan pertemanan. SALAM Hormat……… Makinuddin, Email / facebook : makin.udin@yahoo.co.id, akun fb saya yang kedua ini atas nama : "makinuddin Ihsan" email akun FB ke-2 : makin.udin70@yahoo.com https://catatanmakinudin.wordpress.com update per Senin, 25 Mei 2014
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s