Jamwas Marwan Effendy : Jaksa Dan Keluarganya Jangan Coba-Coba Pakai Narkoba

November 18, 2012 by INDONESIA KATAKAMI Comments Off

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Marwan Effendy

 

WAWANCARA EKSKLUSIF

 

Jakarta, 18 November 2012  (KATAKAMI.COM)   — Mulai hari Senin (19/11/2012) besok, seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi beserta seluruh Asisten di jajaran Kejaksaan Tinggi se-Indonesia akan dikumpulkan oleh Jaksa Agung dan seluruh pimpinan Kejaksaan Agung dalam sebuah rapat kerja nasional.

Salah satu yang akan menjadi pembicara dalam rakernas ini adalah Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Dr. Marwan Effendy.

Lewat wawancara eksklusif kepada KATAKAMI.COM pekan ini di ruang kerjanya di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanudin Jakarta Selatan, Jamwas Dr. Marwan Effendy menjelaskan “pembekalan” apa saja yang akan disampaikannya kepada seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi dan jajaran asisten Kejaksaan Tinggi.

Inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Dr. Marwan Effendy  :

 

Jaksa Agung Basrief Arief (kiri) dan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Marwan Effendy (kanan)

 

KATAKAMI (K)   :  Terkait dengan rencana rapat kerja dengan seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia dan asistennya, dari pihak Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, hal-hal apa saja yang akan disampaikan kepada mereka, Pak Marwan ?

MARWAN EFFENDY (ME)  :  Ada beberapa yang saya anggap penting untuk disampaikan dari bagian pengawasan. Antara lain adalah masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penggunaan senjata api, penyalah-gunaan dan penggunaan narkoba serta penanganan perkara.

Artinya jaksa-jaksa diingatkan untuk menghindar perbuatan-perbuatan yang terkait KDRT, penyalah-gunaan dan penggunaan narkoba, serta penggunaan senjata api.

Khusus untuk masalah penggunaan senjata api misalnya, sebenarnya yang dipakai oknum jaksa bukan senjata api betulan. Yang dipakai itu adalah senjata Airsoft Gun, yang menyerupai senjata betulan.

Ada kejadian di Riau dimana oknum jaksa memakai Airsoft Gun ini. Masyarakat kan tidak tahu bahwa itu senjata mainan, bukan senjata yang asli. Tetapi karena ada oknum jaksa menyalah-gunakannya maka nama baik Kejaksaan jadi tercoreng.

Lalu untuk penanganan perkara, kami akan ingatkan juga agar sedapat mungkin dihindari segala sesuatu yang berbau KKN, Kolusi, Korupsi dan Nepotisme.

Jadi, ke-empat hal inilah yang paling penting untuk disampaikan kepada mereka agar kemudian disampaikan lagi ke jajaran Kejaksaan Negeri.

(K)  :  Artinya, para Kepala Kejaksaan Tinggi ini diminta untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh ke-empat hal tadi agar merekalah yang mengawasi jajarannya di daerah ?

(ME)  :  Ya, sebab Waskat atau Pengawasan Melekat itu sangat penting. Waskat itu harus dioptimalkan. Ini penting untuk tetap menjaga dan meningkatkan integritas dan moral jaksa.

(K)  :  Khusus mengenai narkoba. Beberapa hari lalu, Pak Jaksa Agung menyampaikan kepada wartawan bahwa Kejaksaan Agung berencana untuk memeriksa urine pada jaksa untuk memastikan apakah ada yang memakai narkoba atau tidak. Tentu hal itu menjadi bagian dari tugas Jamwas. Bisa dijelaskan Pak ?

(ME)  :  Pemeriksaan urine itu sudah kami lakukan sejak saya menjadi Jamwas 2 tahun lalu. Jadi ini bukan wacana tetapi sudah kami laksanakan. Sudah sejak tahun 2011, kami melakukan pemeriksaan itu secara mendadak. Tapi belum bisa dilakukan ke seluruh Kejaksaan yang ada di Indonesia. Pemeriksaan yang selama ini kami lakukan pun, bisa kami laksanakan karena ada bantuan peralatan dari BNN (Badan Narkotika Nasional), dimana mereka memberikan bantuan peralatan Drug Test Kit.

(K)  :  Dimana saja, tim dari Jamwas melakukan pemeriksaan rahasia menyangkut narkoba ini ?

(ME)  :  Terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya, kami sering melakukan pemeriksaan secara diam-diam. Bahkan pernah kami lakukan pemeriksaan di Palembang, Bandung, Banten, termasuk di Diklat Kejaksaan, kami datang  tiba-tiba untuk melakukan pemeriksaan urine. Biasanya, kami melakukan pemeriksaan mendadak pada hari-hari tertentu. Mereka tidak tahu kalau kami mau datang.

Dalam 2 tahun ini, baru 6 provinsi yang kami razia diam-diam yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

Untuk Jakarta, termasuklah didalamnya pemeriksaan kami ke Diklat Kejaksaan.

Nah, kenapa belum dilakukan pemeriksaan ke semua Kejaksaan yang ada di Indonesia ? Ya … ini menyangkut masalah biaya. Tidak ada anggaran yang cukup untuk melakukan itu ke semua provinsi. Peralatannya saja bisa kami dapatkan secara gratis dari BNN. Kalau tidak dibantu dari BNN, Kejaksaan mana sanggup membeli peralatannya. Satu Test Kit itu saja harganya sudah seratus ribu rupiah.

Selama ini kalau kami berencana untuk melakukan pemeriksaan mendadak, diam-diam kami minta bantuan peralatan dari BNN. Dan pasti dikasih.

Jadi, kalau peralatannya kami dapatkan dari BNN, tim dokter yang dibawa adalah tim dokter yang ada di Kejaksaan Agung. Kan disini ada dokter juga yang bertugas tiap hari. Dokter-dokter ini yang kami ajak untuk memeriksa jaksa-jaksa itu.

Satgas yang ada di Jamwas inilah yang bergerak melakukan pemeriksaan urine dengan didampingi para dokter dari Kejaksaan Agung.

Kendalanya, kami tidak bisa setiap saat membawa dokter-dokter ini untuk melakukan pemeriksaan ke daerah. Sebab mereka kan juga harus kerja disini. Kalau mereka ke daerah, otomatis mereka harus meninggalkan tugas utama mereka di Kejaksaan Agung sini.

(K)  :  Kalau Jaksa Agung terus menginginkan agar dilakukan pemeriksaan urine kepada para jaksa untuk memeriksa apakah mereka memakai narkoba atau tidak, sebenarnya apa yang terjadi di Kejaksaan ini menyangkut penggunaan narkoba ?

(ME)  :  Sebenarnya begini … Kejaksaan kan juga menyidangkan perkara-perkara narkoba. Pasti mereka akan bersentuhan dengan barang bukti. Itulah yang menjadi kekuatiran para pimpinan disini. Oleh karena mereka bersentuhan dengan barang bukti, bisa saja mereka tertarik untuk menggunakan narkoba.

Sekarang sudah ada pengaturan yang sangat ketat disini dalam menangani perkara narkoba.

Pertama soal tempat penyimpanan barang bukti narkoba. Semua barang bukti disimpan di ruang tersendiri dan kuncinya sudah tidak dipegang lagi oleh petugas yang biasa. Di dalam gudang penyimpanan barang bukti, dibuatkan lagi tempat penyimpanan yang lebih khusus untuk barang bukti narkoba.

Kedua, Kejaksaan Agung sudah meminta kepada Kepolisian agar mengirimkan contoh barang buktinya saja. Jangan dikirimkan lagi barang buktinya secara keseluruhan. Misalnya ada barang bukti 5 karung ganja, maka 5 karung ganja dikirim ke Kejaksaan. Sekarang sudah tidak begitu lagi. Yang dikirim ke Kejaksaan hanya contoh saja. Selebihnya bisa dimusnahkan oleh penyidik dengan adanya penetapan dari Kejaksaan Negeri.

Tapi ternyata beberapa kali, kami kecolongan juga. Tetap saja ada yang dilaporkan menggunakan narkoba.

(K)  :  Sepanjang Pak Marwan Effendy menjadi Jamwas, tindakan tegas seperti apa yang dilakukan kepada pada jaksa yang tertangkap dan terbukti menggunakan narkoba ?

(ME)  :  Sanksinya sangat tegas. Kalau dari hasil pemeriksaan internal kami, ada jaksa yang terbukti memakai narkoba maka dia akan diberhentikan. Sanksinya diberhentikan ! Kami tidak main-main.

(K)  :  Sudah ada yang diberhentikan karena menggunakan narkoba, Pak ?

(ME)  :  Bukan cuma ada. Tetapi banyak yang kami berhentikan karena terbukti menggunakan narkoba. Maksud saya ada beberapa oknum jaksa. Di Lampung, ada oknum jaksa sudah ditangkap polisi. Di Jawa Timur, kami berhentikan jaksa yang memakai narkoba. Di DKI ini, ada pegawai Tata Usaha juga diberhentikan karena memakai narkoba.

(K)  :  Jadi bukan hanya oknum jaksa yang memakai pernah tertangkap memakai narkoba ?

(ME)  :   Ya, bukan hanya jaksa. Tapi rata-rata yang kami temukan memakai narkoba disini adalah pegawai Tata Usaha. Bukan jaksanya.

Itu sebabnya, pemeriksaan internal ini kami razia terus menerus.

Kami akui ada oknum Kejaksaan yang memakai narkoba. Pada umumnya yang kena itu adalah bagian Tata Usaha. Bukan jaksa. Mungkin karena mereka ini Sarjana Hukum karena gagal jadi Jaksa … mereka stress. Pelariannya adalah narkoba.

Atau karena broken home. Dan ada juga yang karena rumah tangganya sedang bermasalah maka pelarian mereka adalah narkoba.

(K)  :  Jadi bagaimana pengawasan kepada seluruh jaksa dan pegawai Tata Usaha Kejaksaan hari demi hari dalam hal penggunaan narkoba ini ?

(ME)  :  Itulah sebabnya kami sudah memerintahkan kepada Kejari (Kepala Kejaksaan Negeri) dan Kejati (Kepala Kejaksaan Tinggi) untuk melakukan pengawasan kepada bawahan-bawahannya. Kami tidak bisa mengawasi mereka satu persatu selama 24 jam. Yang paling bagus untuk dioptimalkan adalah Waskat atau Pengawasan Melekat di masing-masing daerah.

Kejari dan Kejati juga tidak mungkin melakukan pengawasan 24 jam kepada seluruh bawahan mereka. Anggota mereka kan terbatas.

Masalah narkoba ini kan bukan cuma masalah yang menimpa aparat di Pengadilan atau Kejaksaan.

Di Kepolisian juga ada anggotanya yang kedapatan memakai narkoba toh ?  Di TNI juga ada yang terlibat narkoba. Lalu anggota dewan, Pemerintah Daerah, bahkan supir-supir bis dan pilot pesawat terbang.

Pemakaiannya sudah banyak dimana-mana.

Sekarang ini prosentase perkara narkoba ini sudah sangat tinggi di banyak daerah. Sudah sangat memprihatinkan.

Saya datang ke Kalimantan Selatan, hampir 40 persen perkara disana adalah perkara narkoba. Saya ke Sulawesi Selatan, ada 30 persen perkara narkoba. Kemudian di Sumatera Utara juga. Lalu di Nusa Tenggara Barat (NTB), ada 30 persen perkara narkoban.

Saya belum cek di semua Kejaksaan, berapa prosentase perkara narkoba. Angkanya mengerikan. Angka perkara narkoba ini jauh lebih dashyat dari perkara korupsi yang kami tangani di Kejaksaan.

Karena tingginya angka penanganan perkara narkoba, disitulah terbuka kemungkinan para jaksa tergoda untuk tergiur memakai. Makanya dibutuhkan pengawasan melekat untuk penguatan integritas dan penguatan moral.

Penguatan pengawasan di kalangan para jaksa sudah sangat mutlak dilakukan.

Kami sudah meminta agar Kejaksaan di daerah-daerah rutin melakukan ceramah-ceramah agama. Kemudian petugas dari bagian kesehatan diundang untuk berbicara dihadapan kalangan jaksa agar mereka tahu dampak buruk dari narkoba.

Sekarang ini ya … jaksa dipecat dari pekrrjaannya saja, tidak ada gunanya. Lihat saja yang sudah mendapat vonis hukuman mati karena narkoba, mereka tidak takut. Mereka tidak kapok !

Apa orang takut kalau ada pelaku-pelaku kejahatan narkoba yang dijatuhi hukuman mati ? Mereka tidak takut !

(K)  :  Yang terakhir Pak Jamwas, apa yang diharapkan agar para jaksa dan keluarganya menjauhi narkoba ?

(ME)  :  Seluruh jaksa di Indonesia ini ada 8000 orang dan 16 ribu orang pegawai. Kalau mereka tahu bahwa mereka adalah orang-orang pilihan … tidak gampang masuk ke Kejaksaan maka mereka harus mawas diri.

Mereka harus menjaga diri !

Dampak dari menjaga diri akan sangat berguna untuk dirinya sendiri dan keluarganya.

Kalau sudah terkena narkoba, sulit disembuhkan. Jadi janganlah coba-coba. Bukan cuma kehilangan pekerjaan, diberhentikan, diproses di Pengadilan, bayangkan malu yang harus ditanggung oleh keluarga.

Saya himbau, janganlah sekali-sekali jaksa-jaksa menyentuh narkoba.

Jaksa dan keluarganya, jangan coba-coba memakai narkoba. Itu bukan menghancurkan diri mereka dan mempermalukan institusi Kejaksaan.

(K)  :  Baik, terimakasih Pak Marwan.

http://indonesiakatakami.wordpress.com/2012/11/18/jamwas-marwan-effendy-jaksa-dan-keluarganya-jangan-coba-coba-pakai-narkoba/

Tentang interpreneur 2012

Curiculum Vite / Ikhtisar Riwayat Hidup Nama Lengkap : Makinuddin Nama Panggilan : Makin Alamat rumah tinggal : Jl. Gotongroyong RT04 RW02 Jetakngasri MulyoAgung-Dau- Malang Alamat KTP : Jl. KH. Hasyim Asy’ari VI/1386. RT 06 RW 05 Kauman Klojen-Malang Telp & HP : 0877.5961.0020/ 0852-3496-4872 & 0341-8441973 Nama Orang tua : Moch. Ihsan (Alm) & Siti Halimah Alamat Orang tua : RT 03 RW 01 Juwah Siman Kepung-Kediri Susunan Keluwarga : Anak ke-6 dari 7 bersaudara : 1. Moch. Ishom,MPd 2. Miftakhurrohmah : Guru SDN Catak Gayam Mojowarno-Jombang 3. Nikmatur Rofi’ah : Guru TK di Kayen Lor Papar-Kediri 4. Moch. Imron,Drs : Guru MTS Nabatul Ulum Kediri. Pedagang 5. Tsamrotul Fiqoyah : Swasta di Kediri 6. Makinuddin : - 7. Ibnu Mundzir,SS : Guru PNS MAN Godang Legi, Dosen UIN-Malang Tempat, Tanggal lahir : Kediri, 01 November 1973 Bahasa yang di kuasai : Indonesia, jawa ngoko, Arab ( Membaca, sedikit lisan dan tulisan) Agama/Suku/Warga : Islam/Jawa/Warga Negara Indonesia NPWP : 25.427.693.4-652.000 No. K.T.P /dikeluarkan : 3573.020111.73 0006/pemkot Dati II Malang Maret 2009 No. S.I.M.C /dikeluarkan : 73111.525.0909/polresta Malang Oktober 2012 No. S.I.M.A /dikeluarkan : 73111.525.0922/polresta Malang Desember 2012 No. Paspor /dikeluarkan : T-966669 / Imigrasi Malang Oktober 2009 Status Pernikahan : Menikah, ( Istri: Miftakhul Karomah,SAg ) Dengan 4 anak: 1. Alif Abd. Rohim, 13 Oktober 2002, 2. Syifa Nazzila A., 15 Agustus 2003, kelas V SD ArRohmah Sumbersekar-Dau 3. Khilfa Wajihan A., 12 September 2004, kelas III SD Alam ArRohmah Putri Dau 4. Tudhia Zia Naura, Lahir 7 Desember 2008, TK-A ArRohmah Putri Dau No. Rekening Tabungan : BCA Dinoyo : 3150753987 BMI ( Muamalat ) : 0223102477 Kendaraan yg dipakai : Suzuki smash FK110 SDK6, AG-6758 DH. Th.2006 – 2012, Kendaraan Sekarang: TVS(NEO 110) N5931JJ Kesehatan : Baik, tidak buta warna dan tidak cacat fisik. Golongan darah : - Tinggi/Berat : 164/ Pengalaman Kerja : 1. Guru Prifat : Pondok Pesantren Mahasiswa ( Pesma ) Al- Istiqomah da. Joyoraharjo Lowokwaru Malang. Mata pelajaran Bahasa Arab ( Nahwu & Shorof ) Th 1998 – 2001. 2. Tim Da’I / Mubaligh Yayasan NIDAUL FITRAH Surabaya Th. 2001-2002 3. Bisnis Pulsa, HP, accecoris th dll 2002-2007. Di Pekalongan Jateng 4. Jualan Mebel ( Bantu Saudara & ortu ) th. 2006 5. Karyawan Pabrik Meubel “MBM” Pandaan-Pasuruan, April-Mei 2007 6. Marketing Kavling Tanah siap bangun, Milik Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) Malang di Lawang. Mei-Desember 2007. sesuai target 8 bulan habis 47 Kavling 7. Januari 2008 - Februari 2010 Marketing, Fundrising & Team Da’I BMH Malang 8. November 2009-Februari 2010 Unit Usaha, Koperasi Karyawan & Team Da’I BMH Malang 9. Distributor/Agen/Member jaringan bisnis Makanan Organik Melilea Internasional. Sejak Desember 2007. beberapa kali training di Jakarta, dan tourfund di/ke Malaysia, 5 – 9 desember : 5 Desember 2009 : Pesawat Airline, Jakarta-Kuala Lumpur (LCCT) 6 Desember 2009 : Hotel Cititel MID Valley Hotel Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur 7 Desember 2009 : Genting Highland Kuala Lumpur 8 Desember 2009 : Genting Highland Fullday Tour 9 Desember 2009 : Genting highland ke Jakarta 10. Th. 2010 Mulai bulan Juni, di Lembaga Zakat), yang bermitra dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jakarta. Sampai Desember 2012 http://baitulmaalassalam.wordpress.com 11. Januari- Maret 2013 di Jaringan Magistra goup/ Langit tujuh group. Pimpinan DR.H.Imam Muhajirin Elfahmi, SH, SPd, MM. April 2013 di www.bmh.or.id Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BMH Malang. Web. http://www.bmhberbagisenyum.blogspot.com/ http://bmhdakwah.blogspot.com/2013/07/ Kegiatan Sosial : Sejak Juni 2010- maret 2013 : Tinggal di Yayasan Ulil Abshor. Ikut mendampingi anak2 panti asuhan ulil abshor. Demikian sekilas riwayat hidup / cv kami. Untuk menjadi tambah kuatnya silaturrahim, dan pertemanan. SALAM Hormat……… Makinuddin, Email / facebook : makin.udin@yahoo.co.id, akun fb saya yang kedua ini atas nama : "makinuddin Ihsan" email akun FB ke-2 : makin.udin70@yahoo.com https://catatanmakinudin.wordpress.com update per Senin, 25 Mei 2014
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s