Semua Hal dalam Islam Masuk Akal – Seorang Yahudi Ortodox Menerima Islam

 
 

Ketika lahir, aku diberi nama Yahudi Melech Yacov. Hari ini, aku masih tinggal di area New York tempat kelahiranku. Kami tergolong keluarga yang semi relijius. Keluarga kami tergolong kongregasi Chasidic yang kami secara rutin kunjungi setiap Sabtu, tapi kami tidak memelihara semua larangan yang ditetapkan dalam ajaran Yahudi Chasidic. Bagi yang belum kenal, Chasidism dikenal sebagai aliran utama atau “Ultra Orthodox” dalam Yahudi. Mereka disebut begitu karena ajaran ketat mereka tentang Halacha (Hukum-hukum Yahudi) dan atas kepatuhan mereka mengikuti ajaran mistis Yahudi (cabala). Merekalah orang-orang aneh yang bisa anda lihat berjalan di jalanan memakai pakaian dan topi hitam dengan janggut dan cambang yang panjang menjulur.

 

Tahun-tahun Awal

 

Meskipun begitu, keluarga kami tidak sepenuhnya begitu. Keluargaku memasak dan menggunakan listrik pada hari Sabbath (Sabtu suci bagi orang Yahudi), dan aku tidak memakai yarmulke di kepalaku. Selebihnya, aku besar di lingkungan sekuler yang dikelilingi oleh teman sekolah dan kawan-kawan yang non Yahudi. Selama bertahun-tahun aku selalu merasa bersalah berkendaraan di hari Sabtu dan memakan makanan non-kosher.

 

Meskipun aku tidak menjalankan seluruh ajaran, aku sedikit banyak merasa bahwa inilah jalan yang dipilihkan Tuhan bagiku, dan setiap kali aku melanggar aturan, aku merasa telah berbuat dosa di mata tuhan.

 

Sejak aku masih kecil, ibuku selalu membacakan kisah-kisah Rabbi seperti Eliezar, Baal Shem Tov, dan kisah legenda Haggada (bagian dari Talmud selain Halacha) dan Taurat.

 

Semua kisah ini punya pesan moral yang sama yang membantuku mengenal komunitas Yahudi, dan kemudian Israel. Kisah-kisah ini menceritakan tentang bagaimana Yahudi ditekan sepanjang sejarah, namun tuhan selalu menolong kaumnya hingga akhir zaman. Inilah kisah-kisah yang kami kaum Yahudi senantiasa dengar hingga kami dewasa yang menunjukkan kepada kami bahwa mukjizat selalu turun kepada kaum Yahudi kapanpun mereka memerlukannya. Kemampuan kaum Yahudi untuk bertahan sepanjang sejarah, meskipun begitu banyak keganjilan dalam sejarah tersebut, itu saja sudah dipandang sebagai sebuah mukjizat.

 

Jika seseorang ingin mengambil sudut pandang objektif tentang mengapa kaum Yahudi senantiasa membela secara tidak masuk akal gerakan Zionis Israel, mereka tentu akan mengerti bagaimana kami telah didoktrin oleh banyak kisah-kisah tadi sejak kecil. Itulah mengapa para Zionists menganggap bahwa mereka tidak melakukan kesalahan sama sekali. Semua goyim (non Yahudi) dianggap sebagai musuh yang akan menyerang sewaktu-waktu, dan mereka tidak bisa dipercaya sama sekali. Kaum Yahudi memiliki keterikatan yang sangat kuat satu dengan yang lainnya sebab mereka menganggap diri mereka sebagai “Orang-orang pilihan” Tuhan. Selama bertahun-tahun akupun mempercayai ini.

 

Meskipun aku memiliki keyakinan kuat akan identitasku sebagai seorang Yahudi, aku tidak tahan menghadiri kajian hari Sabtu (shul). Aku masih ingat ketika usia 10 tahun aku dipaksa menghadiri shul  dengan ayah. Aku masih ingat betapa membosankannya kajian ini dan betapa anehnya orang-orang dengan topi hitam dan janggut panjang berdoa dalam bahasa asing. Rasanya seperti dilempar ke dunia lain jauh dari kawan-kawan dan orang-orang yang aku kenal. Begitulah kupikir seharusnya, tapi aku dan kedua orang tuaku tidak pernah menjalankan ajaran hidup Chasidic seperti kebanyakan keluarga kami yang lain.

 

Masa-masa Remaja

 

Ketika usiaku masuk 13, aku di-bar-mitzvah seerti kebanyakan anak Yahudi ketika memasuki usia dewasa. Aku juga mulai menggunakan tefilin setiap pagi. Aku diberitahu bahwa kalau tidak menggunakan tefilin, bahaya sebab kita bisa terkena bala. Pertama kali aku tidak menggunakannya, mobil ibuku dicuri orang! Sejak itu, aku kemudian selalu menggunakannya.

 

Tidak terlalu lama setelah aku di bar-mitzvah keluargaku kemudian tidak pernah lagi datang ke sinagog. Mereka tidak tahan ibadah yang panjangnya tiga setengah jam dan merasa bahwa yang penting aku sendiri udah di bar-mitzvah. Setelah itu, ayahku kemudian bertengkar dengan salah seorang anggota konggregasi, dan akhirnya kami sama sekali tidak perna mendatangi acara-acara ibadah lagi. Kemudian terjadi sesuatu yang aneh: ayahku dituduh oleh temannya bahwa ia telah percaya kepada Yesus. Sukur karena ibuku tidak menceraikan ayahku dengan berpindahnya ia menjadi Kristen, tapi aku tau bahwa ia menyembunyikan kebenciannya yang amat mendalam sejak itu.

 

Ini pula periode di awal remajaku ketika aku mulai mencari-cari identitas baru bagi diriku. Berpindahnya ayahlku ke agama barunya membantuku mempertanyakan keyakinanku sendiri. Aku mulai bertanya: Apa sih sebenarnya Yahudi itu? Apakah ia sebuah budaya, negara, atau agama? Jika ia sebuah negara, mengapa orang-orang Yahudi diizinkan memiliki kewarganegaraan ganda? Jika ia adalah sebuah agama, mengapa ibadahnya harus dalam bahasa Ibrani, doa-donya dalam Eretz Israel, dan harus pula menjalankan ritual-ritual oriental? Jika Yahudi hanya merupakan budaya, maka apakah seseorang tidak otomatis berhenti sebagai seorang Yahudi bila ia berhenti berbahasa Ibrani dan mempraktekkan ajaran-ajaran Yahudi?

 

Jika kaum Yahudi adalah mereka yang memelihara 10 Perintah dalam kitab Taurat, maka mengapa Nabi Ibrahim kemudian disebut Yahudi pertama padahal beliau hidup sebelum Taurat diturunkan ke Nabi Musa? Celakanya, Taurat juga tidak pernah menyebut bahwa Nabi Ibrahim adalah seorang Yahudi; nama Yahudi itu sendiri berasal dari nama salah seorang nama anak Nabi Yaqub yang berjumlah 12 orang, yaitu, Judah. Orang-orang Yahudi sendiri tidak disebut Yahudi hingga kerajaan Judah berdiri setelah masa Nabi Sulaiman.

 

Secara tradisi, seorang Yahudi adalah seseorang yang ibunya adalah seorang Yahudi. Jadi, Anda masih seorang Yahudi meskipun Anda beragama Kristiani atau bahkan ateis. Aku semakin menjauh dari ajaran Yahudi. Terlalu banyak aturan dan mitzvahs (amalan-amalan) yang harus diperhatikan. Apa sih poin dari berbagai ritual berbeda ini, aku mulai mempertanyakan. Bagiku, semua itu hanya karangan manusia semata.

 

Aku terpesona oleh budaya Native American (penduduk Amerika asli) dan keberanian mereka di hadapan para imigran kulit putih yang datang merebut tanah mereka. Native Americans memiliki lebih dari 250 perjanjian yang dilangga, dan mereka hanya diberikan bagian-bagian lahan terburuk yang tidak seorangpun menginginkannya. Kisah penduduk asli Native Americans sangat mirip dengan kisah orang-orang Palestina.

 

Sejak nenek moyang orang Palestina yang pertama hidup di Palestina telah tinggal di sana selama orang-orang Palestina selama ribuan tahun dan tiba-tiba orang-orang Yahudi menggantikan mereka, dan para penduduk asli ini dipaksa untk tinggal di kam-kam pengungsi hingga saat ini. Aku bertanya kepada orang tuaku apa bedanya orang-orang Palestina ini dengan Native Americans, dan jawaban mereka satu-satunya adalah “sebab mereka ingin membunuh seluruh orang Yahudi dan mengusir kita ke laut.”

 

Pengetahuanku tentang orang-orang Palestina menempatkanku di atas orang-orang Yahudi yang lain, para pemimpin mereka, dan para Rabbi yang dulu pernah aku anggap sebagai orang-orang yang bijaksana. Bagaimana bisa orang-orang Yahudi berkelit bahwa orang-orang Palestina dibunuh dan dipaksa meninggalkan tanah mereka untuk membuka jalan bagi pemukiman Yahudi? Apa yang membedakan dan membenarkan tindakan ini dibandingkan dengan pencucian etnik – seperti fakta sejarah bahwa banyak orang Yahudi mati akibat Holocaust?! Atau apakah karena Bible menyebutkan bahwa tanah Palestina sebagai “tanah kami”? Kitab manapun yang membenarkan tindakan ini sungguh tidak bermoral dan karenanya jelas bukan dari tuhan.

 

Filosofi dan Pencarian atas Pengetahuan

 

Ketika aku masuk SMA, aku tertarik pada filosofi dan para pemikir besar di masa lampau. Aku menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman dekat yang juga membaca filosofi dan ikut dalam perjalanan bersamaku mencari jalan kebenaran.

 

Salah seorang filosofer yang memiliki pengaruh besar terhadapku adalah seorang yang terlahir sebagai Yahudi, Spinoza. Spinoza adalah siswa Talmud abad ke-17 yang mempertanyakan semua hal yang diajarkan pada dirinya seperti keyakinan akan adanya hidup setelah mati, suatu kepercayaan yang tidak didapatkan di manapun di dalam Taurat. Sebaliknya, banyak orang Yahudi pada awalnya tidak punya keyakinan ini. Spinoza dikeluarkan dari komunitas Yahudi akibat pandangannya ini. Aku juga menikmati pandangan-pandangannya tentang Bible, yang menurutnya secara literatur tidak dapat diterima kecuali bila kita menerima segudang kontradiksi dan masalah yang terdapat di dalamnya.

 

Kemudian aku membaca dua buku berbeda yang kemudian semua simpati yang pernah kumiliki terhadap ajaran Yahudi. Buku pertama adalah “On the Jewish Question” (Pertanyaan Tentang Yahudi) oleh Abram Leon. Leon adalah seorang organizer komunis bawah tanah yang tinggal di Belgia selama PD II, yang kemudian tertangkap dan meninggal di Aushwitz. Bukunya menjawab pertanyaan yang sudah bertahun-tahun: Mengapa orang Yahudi bisa bertahan untuk jangka waktu yang sangat panjang? Ia memberikan kesaksian luar biasa tentang Yahudi dari masa antik hingga moderen dan menunjukkan bahwa bertahannya mereka sungguh bukan sebuah keajaiban.

 

Dalam istilah Karl Marx, “It is not in spite of history that the Jews survive but because of it.” (Bukan oleh begitu banyaknya sejarah yang terjadi atas mereka dan orang-orang Yahudi bisa bertahan, namun karena sejarah itu sendiri) Pertama, ia menunjukkan betapa banyak komunitas Yahudi yang meninggalkan Israel sesuai dengan pengakuan mereka sendiri sebelum perusakan Jerusalem. Kemudian ia menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi berharga bagi para raja dan kalangan bangsawan sebab status mereka sebagai pedagang perantara. Kemudian ia menunjukkan bagaimana selama proses akumulasi kapitais status orang-orang Yahudi akhirnya jatuh akibat and they were subsequently persecuted for their usury.

 

Buku kedua yang sangat memengaruhiku berjudul “Who Wrote the Bible?” (Siapa Menulis Injul?) oleh  Elliot Freedman. Buku ini menceritakan tugas historis Spinoza. Buku ini membuktikan bahwa Taurat sesungguhnya ditulis oleh 4 orang berbeda. Freedman menjelaskan bahwa secara tradisional ada dua kesaksian berbeda dari Kerajaan Israel dan Judah, dan dari redaktur yang menyusunnya menjadi satu Injil yang kita punyai sekarang ini.

 

Aktivitas Politik

 

Disamping membaca tema-tema filosofi dengan teman-teman, kami juga membahas banyak kasus-kasus politik semasa muda kami. Kami bereksperiman dalam banyak hal mulai dari Republikanisme hingga Komunisme. Aku membaca habis semua buku karya Marx, Lenin, Stalin, Mao dan Trotsky.

 

Kudapatkan dalam Marxism bahwa ada sesuatu yang telah hilang dalam hidupku. Aku percaya bahwa telah kutemukan seluruh jawaban dari apapun yang membuatku merasa suprior secara intelektual dibanding orang lain. “Bandit-bandit Filosof” (begitu istilah yang lkebih suka aku pakai untuk menyebut diri kami) sering berkumpul dan membentuk klub Socialis kami sendiri. Kami hadiri berbagai keiatan aktifis dan protes seperti pemogokan kerja.

 

Seteleh bertemu berbagai macam kelompok yang mengitari politik kiri di Amerika kami semua akhirnya merasa jijik dengan cara mereka menanggapi realitas. Tidak akan ada revolusi yang terjadi di sebuah negara oleh orang-orang dengan tipe begini. Berjuang untuk perubahan sosial tidak akan menang dengan menggunakan metode masa lalu.

 

Meskipun aku sudah berhenti berjuang untuk revolusi, aku menjadi seorang pro-Palestina organizer aktivis. Ini sebuah gerakan yang betul-betul membuatku terpesona. Kami sangat kecil dan senantiasa mendapat seranag dari kelompok arus utama yang membuatku merasa bangga. Aku ingin dunia tahu bahwa tidak semua orang Yahudi buruk. Membuatku malu melihat orang-orang yang dulu aku kagumi demi menegakkan argresivitas rezim Israel. Kebohongan yang datang dari Israel sesungguhnya tidak lebih baik dari penyangkalan atas holocaust itu sendiri.

 

Meskipun aku telah meninggalkan paham Yahudi dan memandang dunia sebagai tujuan akhir dari setiap manusia, aku sebenarnya tidak pernah menjadi seorang ateis. Namun begitu, aku punya kebencian mendalam terhadap semua agama dan percaya bahwa agama tidak lain adalah alat dari mereka yang berkuasa untuk mengontrol semua orang. Kalau anda lihat bagaimana para fundamentalis Kristen berkelakuan di Amerika, berkelakuan seperti menyangkal ilmu pengetahuan dan menyembunyikan nilai-nilai kebenaran, anda akan mengerti mengapa aku bisa skeptis terhadap semua agama. Bagaimana orang Yahudi berlaku terhadap prang-orang Palestina juga tidak membantu. Meski begitu, aku masih percaya tuhan. Namun dengan tidak adanya agama, terdapat kekosongan besar dalam diriku. Aku bahkan terkadang berharap bahwa aku jadi seorang beragama sebab aku merasa bahwa orang beraga hidup secara lebih berbahagia.

 

Menemukan Islam

 

Sejujurnya aku tidak ingat apa yang membuatku tertarik pada Islam, terutama setelah bertahun-tahun ikut dalam gerakan anti agama. Sepanjang yang kuingat, Aku ingat tentang ibuku bicara tentang Islam, dan bagaimana Muhammad SAW menyembah tuhan yang sama dengan yang kami sembah, dan juga bagaimana orang Yahudi terhubung dengan orang Arab melalui Nabi Ibrahim. Jadi di satu sisi aku menerima Islam sebagai agama lain yang juga menyembah tuhan. Aku masih ingat kata-kata dari seorang sepupuku bahwa jika seorang Yahudi berhenti hidup sebagai seorang Yahudi dan hidup seperti seorang Muslim, maka ia tidak akan pernah melakukan perbuatan dosa!  Kalau kuingat-ingat ini, aku sungguh beruntung pernah mendengar kata-kata ini.

 

Ketika kejadian September 11th, ada gerakan propaganda anti-Islami di berbagai berita. Sejak awal, aku sudah tahu bahwa itu semua bohong besar sebab aku sendiri sudah punya pandangan bahwa semua di media hanya mencoba melindungi kepentingan mereka yang mengontrolnya. Ketika kulihat bahwa sebagian besar mereka yang sangat militan dalam menyerang Islam adalah para fundamentalis Kristen, Islam tiba-tiba menjadi lebih menarik bagiku.Aku bersyukur atas apa yang pernah kupelajari semasa aku masih jadi aktivis, sebab tanpa pengetahuan tentang lingkungan dan media, aku juga pasti terjebak dalam semua omongan sampah yang kudengar tentang Islam di TV.

 

Suatu hari aku ingat seseorang bicara tentang fakta ilmiah dalam Injil hingga akupun jadi ingin tahu apakah Quran juga punya fakata-fakta ilmiah di dalamnya. Kulakukan internet search dan menemukan banyak hal yang luar biasa. Akhirnya kuhabiskan banyak waktu membaca banyak artikel tentang berbagai aspek dari Islam. Aku sungguh terkejut betapa konsistennya Quran.

 

Sepanjang membaca Quran, aku membandingkan pesan-pesan moralnya dengan apa yang sudah kepalajari dari Injil dan akhirnya mengerti betapa Quran jauh lebih baik. Juga Quran sangat tidak membosankan dibandingkan dengan Injil. Sangat menarik untuk dibaca. Setelah 5 bulan meneliti secara intensif aku akhirnya mengucapkan shahadah dan secara resmi menjadi seorang Muslim.

 

Tidak seperti agamaku yang dulu, semua hal dalam Islam masuk akal. Semua ibadah seperti shalat dan Ramadhan sudah kumengerti. Meskipun aku membayangkan bahwa Islam seperti Yahudi di mana kita harus mengikuti serangkaian ritual ibadah, ternyata aku salah. Pengertianku tentang dunia juga cocok dengan apa yang diajarkan oleh Islam – bahwa semua agama pada dasarnya adalah sama namun kemudian diselewengkan oleh manusia dari waktu ke waktu. Tuhan tidak membuat nama seperti Yahudi dan Kristen dan menyuruh manusia menyembahNya. Tuhan hanya mengajarkan Islam; yaitu penyerahan diri hanya kepadaNya. Sejelas dan sesimple itu saja.

 

Sumber: Republika Online

Tentang interpreneur 2012

Curiculum Vite / Ikhtisar Riwayat Hidup Nama Lengkap : Makinuddin Nama Panggilan : Makin Alamat rumah tinggal : Jl. Gotongroyong RT04 RW02 Jetakngasri MulyoAgung-Dau- Malang Alamat KTP : Jl. KH. Hasyim Asy’ari VI/1386. RT 06 RW 05 Kauman Klojen-Malang Telp & HP : 0877.5961.0020/ 0852-3496-4872 & 0341-8441973 Nama Orang tua : Moch. Ihsan (Alm) & Siti Halimah Alamat Orang tua : RT 03 RW 01 Juwah Siman Kepung-Kediri Susunan Keluwarga : Anak ke-6 dari 7 bersaudara : 1. Moch. Ishom,MPd 2. Miftakhurrohmah : Guru SDN Catak Gayam Mojowarno-Jombang 3. Nikmatur Rofi’ah : Guru TK di Kayen Lor Papar-Kediri 4. Moch. Imron,Drs : Guru MTS Nabatul Ulum Kediri. Pedagang 5. Tsamrotul Fiqoyah : Swasta di Kediri 6. Makinuddin : - 7. Ibnu Mundzir,SS : Guru PNS MAN Godang Legi, Dosen UIN-Malang Tempat, Tanggal lahir : Kediri, 01 November 1973 Bahasa yang di kuasai : Indonesia, jawa ngoko, Arab ( Membaca, sedikit lisan dan tulisan) Agama/Suku/Warga : Islam/Jawa/Warga Negara Indonesia NPWP : 25.427.693.4-652.000 No. K.T.P /dikeluarkan : 3573.020111.73 0006/pemkot Dati II Malang Maret 2009 No. S.I.M.C /dikeluarkan : 73111.525.0909/polresta Malang Oktober 2012 No. S.I.M.A /dikeluarkan : 73111.525.0922/polresta Malang Desember 2012 No. Paspor /dikeluarkan : T-966669 / Imigrasi Malang Oktober 2009 Status Pernikahan : Menikah, ( Istri: Miftakhul Karomah,SAg ) Dengan 4 anak: 1. Alif Abd. Rohim, 13 Oktober 2002, 2. Syifa Nazzila A., 15 Agustus 2003, kelas V SD ArRohmah Sumbersekar-Dau 3. Khilfa Wajihan A., 12 September 2004, kelas III SD Alam ArRohmah Putri Dau 4. Tudhia Zia Naura, Lahir 7 Desember 2008, TK-A ArRohmah Putri Dau No. Rekening Tabungan : BCA Dinoyo : 3150753987 BMI ( Muamalat ) : 0223102477 Kendaraan yg dipakai : Suzuki smash FK110 SDK6, AG-6758 DH. Th.2006 – 2012, Kendaraan Sekarang: TVS(NEO 110) N5931JJ Kesehatan : Baik, tidak buta warna dan tidak cacat fisik. Golongan darah : - Tinggi/Berat : 164/ Pengalaman Kerja : 1. Guru Prifat : Pondok Pesantren Mahasiswa ( Pesma ) Al- Istiqomah da. Joyoraharjo Lowokwaru Malang. Mata pelajaran Bahasa Arab ( Nahwu & Shorof ) Th 1998 – 2001. 2. Tim Da’I / Mubaligh Yayasan NIDAUL FITRAH Surabaya Th. 2001-2002 3. Bisnis Pulsa, HP, accecoris th dll 2002-2007. Di Pekalongan Jateng 4. Jualan Mebel ( Bantu Saudara & ortu ) th. 2006 5. Karyawan Pabrik Meubel “MBM” Pandaan-Pasuruan, April-Mei 2007 6. Marketing Kavling Tanah siap bangun, Milik Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) Malang di Lawang. Mei-Desember 2007. sesuai target 8 bulan habis 47 Kavling 7. Januari 2008 - Februari 2010 Marketing, Fundrising & Team Da’I BMH Malang 8. November 2009-Februari 2010 Unit Usaha, Koperasi Karyawan & Team Da’I BMH Malang 9. Distributor/Agen/Member jaringan bisnis Makanan Organik Melilea Internasional. Sejak Desember 2007. beberapa kali training di Jakarta, dan tourfund di/ke Malaysia, 5 – 9 desember : 5 Desember 2009 : Pesawat Airline, Jakarta-Kuala Lumpur (LCCT) 6 Desember 2009 : Hotel Cititel MID Valley Hotel Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur 7 Desember 2009 : Genting Highland Kuala Lumpur 8 Desember 2009 : Genting Highland Fullday Tour 9 Desember 2009 : Genting highland ke Jakarta 10. Th. 2010 Mulai bulan Juni, di Lembaga Zakat), yang bermitra dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jakarta. Sampai Desember 2012 http://baitulmaalassalam.wordpress.com 11. Januari- Maret 2013 di Jaringan Magistra goup/ Langit tujuh group. Pimpinan DR.H.Imam Muhajirin Elfahmi, SH, SPd, MM. April 2013 di www.bmh.or.id Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BMH Malang. Web. http://www.bmhberbagisenyum.blogspot.com/ http://bmhdakwah.blogspot.com/2013/07/ Kegiatan Sosial : Sejak Juni 2010- maret 2013 : Tinggal di Yayasan Ulil Abshor. Ikut mendampingi anak2 panti asuhan ulil abshor. Demikian sekilas riwayat hidup / cv kami. Untuk menjadi tambah kuatnya silaturrahim, dan pertemanan. SALAM Hormat……… Makinuddin, Email / facebook : makin.udin@yahoo.co.id, akun fb saya yang kedua ini atas nama : "makinuddin Ihsan" email akun FB ke-2 : makin.udin70@yahoo.com https://catatanmakinudin.wordpress.com update per Senin, 25 Mei 2014
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s