Jiwa-jiwa Merdeka di Penjara Raksasa

EDISI JUNI 2012

Jiwa-jiwa Merdeka di Penjara Raksasa

Laporan Khusus dari Jalur Gaza oleh Tim Relawan Sahabat Al-Aqsha

Sudah lima tahun ini Jalur Gaza dikepung. Makanan sulit. Harga BBM selangit. Obat-obatan habis. Listrik sekarat. Air beracun. Rumah sakit kritis. Masjid, rumah, dan sekolah dibom. Orang-orang mati di perbatasan karena dilarang berobat ke luar Gaza.

Mesir belum membuka total pintu Rafah karena masih terikat janji “damai” dengan Zionis Israel.

Sejak 2005, Jalur Gaza satu-satunya wilayah Palestina yang merdeka. Ruh Ibadah, ruh Al-Quran, dan ruh Jihad yang telah mengantarkan kemerdekaan Gaza tidak boleh menyebar ke wilayah lain. Karena itu Gaza dikepung, diteror, diserang, kalau perlu dihabisi.

Dalam suasana itulah misi “Amanah Indonesia untuk Gaza dan Al-Aqsha” diluncurkan oleh Sahabat Al-Aqsha, jaringan silaturrahim keluarga Indonesia-Palestina. Dengan izin Allah kami berangkat ke Jalur Gaza.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza yang menjemput kami di perbatasan berkata, “Kami sudah menunggu kalian sejak dua tahun yang lalu.”

Ya, tepat dua tahun yang lalu dua relawan Sahabat Al-Aqsha, bersama sepuluh relawan Indonesia lainnya, bersama sekitar 600-an relawan dari 32 negara hampir sampai ke pantai Gaza. Tapi terhambat.

Allah mentakdirkan mereka semua yang tergabung dalam Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) yang dipimpin kapal Mavi Marmara, tidak sampai ke Gaza. Subuh, 31 Mei 2010, kapal-kapal itu diserang dan dibajak, dibunuhi, diborgol, dijemur setengah hari di bawah terik mentari Laut Tengah, lalu digiring ke Ashdod, dinterograsi, lalu dipenjara.

Namun apa yang dialami oleh ratusan relawan itu, tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang dialami rakyat Gaza.

Kami menyaksikan sendiri, rakyat Gaza praktis hidup di dalam sebuah penjara raksasa. Wilayah seluas 360 kilometer per segi itu (kira-kira sebesar Jakarta Pusat) dikepung dengan tembok setinggi 8-10 meter, atau pagar listrik bertegangan mematikan, diawasi menara-menara di mana para penembak jitu (sniper).

Para petaninya bekerja setiap hari di bawah bidikan para penembak itu. Para nelayannya diteror agar tidak melaut lebih dari 3 mil dari garis pantai (sekitar 4,8 kilometer). Tak ada tangkapan ikan yang cukup layak dimakan rakyat Gaza. Bahkan untuk 50 ribu anggota keluarga nelayan pun tak cukup.

Beberapa kali dalam kunjungan di tempat-tempat dekat perbatasan, pesawat-pesawat pengintai tanpa awak (drone) milik Zionis Israel melayang-layang di atas kepala kami. Menurut informasi, sesekali pesawat semacam itupun menjatuhkan bom, membunuh dan melukai warga Gaza. Seenaknya saja.

Madrasah Raksasa

Tetapi, sesudah lima tahun dikepung oleh musuh Islam dan umat Islam, nampaknya rakyat dan para pemimpin Gaza lulus ujian. Penjara raksasa yang mengepung mereka sekarang pun sudah menjadi madrasah raksasa.

“Jalur Gaza adalah madrasah raksasa untuk kami,” kata Ummu Bilal, seorang ibu dari enam anak yang suaminya seorang pejabat tinggi di pemerintahan di bawah Perdana Menteri Ismail Haniyah.

Madrasah raksasa itu telah melahirkan jenis manusia yang cinta solat berjamaah luar biasa. Bahkan mereka tetap solat di masjid yang sudah hancur dan belum mampu dibangun kembali.

Manusia-manusia yang cinta Al-Quran sehingga setiap tahun melahirkan ribuan huffazh Al-Quran. Tim Relawan Sahabat Al-Aqsha menjumpai anak-anak yang sangat menikmati menghafal Al-Quran, sampai bisa menuntaskan hafalannya dalam waktu 60 hari.

Manusia-manusia yang taat kepada Allah dan tidak takut kecuali kepada Allah. Kami bertanya kepada seorang kakek berusia 83 tahun bernama Muhammad, bagaimana rasanya hidup di dalam kepungan Zionis Israel. Ia menjawab dengan logat Gaza yang sangat kental, hanya pas diterjemahkan dengan logat Betawi.

“Engkong, gimane rasanye hidup dikepung Israel?”

Siape nyang dikepung?! Kite makan enak, tidur nyenyak… Kagak suseh… Itu tuh, Zionis yang pusing mikirin kite, sampe pade suseh tidur!! Jadi siape yang dikepung coba?!”

Engkong Muhammad masih sesekali ikut ribath menjaga perbatasan Utara Gaza, menyandang senapan AK-47.

Bukan hanya yang sudah berusia senja, Alaa’, 15 tahun, salah satu remaja yang selesai menghafal Al-Quran dalam waktu 60 hari pun dimatangkan akal dan hatinya oleh kepungan ini.

Waktu kami mewawancarainya, pertanyaan ditutup dengan sebuah tawaran menarik. “Alaa’, kalau kami ingin mengundang kamu, kamu boleh memilih negara mana saja di seluruh dunia yang paling ingin kami kunjungi. Boleh di Eropa, Amerika, Asia, Australia, mana saja silakan…”

Jawaban remaja murah senyum itu sangat cepat, “Aku nggak kepingin kemana-mana sebelum ikut membebaskan Masjidil Aqsha. Solat berjama’ah di dalamnya sesudah merdeka, baru habis itu aku pergi haji…”

Sejak Agustus 2005, Jalur Gaza bersih dari tentara Zionis Israel. Meskipun dikepung, Gaza adalah harapan.

“Hari ini Gaza telah merdeka, besok Masjidil Aqsha akan merdeka, dan seluruh tanah suci Palestina akan merdeka,” demikianlah syiar yang selalu disampaikan rakyat Gaza yang kami jumpai.

Susah, tapi Sabar dan Berani

Beberapa menit sesudah melewati pintu perbatasan, hari masih sore, mobil yang menjemput Tim Sahabat Al-Aqsha berhenti di sebuah bundaran di kota Rafah (di sisi Gaza. Rafah terbagi dua, sisi Mesir dan sisi Gaza).

————————————-cut———————————–

Mencari Ikan di Laut Sendiri, Ditembaki, Dirampas, Ditangkap, Dibunuh…

Para nelayan termasuk lapisan rakyat yang paling berat menjalani akibat pengepungan yang sudah berlangsung lima tahun atas Gaza ini. Bukan saja penghasilannya untuk hidup sehari-hari semakin tipis, nyawa mereka pun selalu terancam oleh kejahatan angkatan bajak laut Israel.

Dengan izin Allah, Tim Sahabat Al-Aqsha sempat melaut bersama dua orang nelayan ke lepas pantai yang sedang dikepung itu. Salah satu nelayan itu bernama Amjad Asy-Syirafi, Ketua Persatuan Nelayan Palestina yang beranggotakan 3.700-an orang nelayan.

Pria berusia 40 tahun itu menjelaskan, “Tiga tahun terakhir ini, pengepungan bertambah parah.” Menurut Amjad, dalam kurun waktu tersebut, angkatan bajak laut Israel tak henti-hentinya mengganggu para nelayan yang mencari ikan untuk penghidupan istri dan anak-anaknya.

————————————-cut———————————–

Mengunjungi Petani di Zona Ungu

Bagaimana rasanya saban hari bekerja keras di ladang sambil dibidik penembak jitu (sniper) Zionis Israel? Bukan cuma para lelaki dewasa, bahkan anak-anak dan perempuan pun tak luput dari teror ini.

————————————-cut———————————–

Gush Katif: Contoh Sempurna Sebuah Futuhat

Apa yang akan dilakukan para Mujahidin Palestina kalau seluruh wilayah tanah suci ini berhasil dibebaskan (futuh) dari penjajahan?

————————————-cut———————————–

Amanah-amanah Kemanusiaan Sahabat Al-Aqsha di Gaza

Amanah yang sudah ditunaikan:

·         Sumur-sumur Air Minum di tiga titik (masing-masing titik menyediakan air bersih untuk kurang lebih 2000 jiwa)

·         TK Bintang Al-Quran di Jabaliya Al-Balad (memberikan pendidikan gratis untuk 130 anak yatim, fuqara, dan miskin)

·         Bantuan operasional untuk Baitul Quran ZAINAB dari Ibunya Zainab, warga Pekanbaru, yang berlokasi di Gaza Utara (telah sejak lima tahun lalu menghasilkan ratusan huffazh Al-Quran; kini memiliki murid 42 orang putri)

\\r\\n

·         Bantuan Operasional Baitul Quran DAFFA (putra) dari Ayahnya Daffa, warga Depok

·         Iftar Ramadhan dan hewan qurban sejak 2008 (bagian dari rangkaian proyek Iftar Ramadhan dan Qurban di Syria, Gaza, dan Masjdil Aqsha)

·         Beasiswa untuk 30 orang mahasiswa kedokteran Gaza di Sudan (sudah diserahkan bantuan untuk beasiswa sampai bulan April 2012)

Yang sedang ditunaikan dan akan ditindaklanjuti:

·         Bantuan Tahun Kedua Operasional TK Bintang Al-Quran di Jabaliya Al-Balad (mulai September 2012)

·         Bantuan Tahap Kedua Beasiswa untuk 30 orang mahasiswa kedokteran Gaza di Sudan (mulai Mei 2012)

·         Bantuan Renovasi dan Operasional untuk SD-SMP Syar’iyah di kamp pengungsi Daril Balah, Gaza Barat (2012-2013)

·         Bantuan operasional dan perlengkapan klinik ibu dan anak di salah satu rumah sakit di Jalur Gaza (komitmen Rumah Sakit Ibu dan Anak ZAINAB, Pekanbaru)

·         Bantuan pembelian mobil bekas untuk antar jemput murid TK Bintang Al-Quran

·         Iftar Ramadhan dan hewan qurban sejak 2008 (bagian dari rangkaian proyek Iftar Ramadhan dan Qurban di Syria, Gaza, dan Masjdil Aqsha).

“Siapa yang mengurusi keluarga para Mujahidin dengan sebaik-baiknya,

maka sungguh ia juga (dianggap) berjihad.”

\\r\\n

Hadits Rasulullah Sallallahu ‘alayhi wa sallam

diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari

INFAQ TERBAIK ANDA

\\r\\n

Bank Syariah Mandiri No. Rek. 1540006443 an. M Fanni bdn Palestina

Bank Muamalat No Rek. 9244632778 an. M Fanni cq Sahabat Al-Aqsha

CP: Amirrul 0818-110697, Fanni 0852-28446666

E-mail: sahabat@sahabatalaqsha.com

Twitter: @sahabatalaqsha (16 ribu followers, alhamdulillah)

\\r\\n

Website: www.sahabatalaqsha.com

TOPIK LAIN EDISI JUNI 2012
Tiada Nikmat Melebihi Iman kepada Allah
Lima Tahun Berdakwah, Hanya Empat Shaf
Kewajiban Dulu, Baru Tuntut Hak
Meramu Pola Asuh Remaja Di Negeri Mode
Membangun Kecerdasan Qur`ani

http://hidayatullah.com/majalah.php?mjl_id=427

Tentang interpreneur 2012

Curiculum Vite / Ikhtisar Riwayat Hidup Nama Lengkap : Makinuddin Nama Panggilan : Makin Alamat rumah tinggal : Jl. Gotongroyong RT04 RW02 Jetakngasri MulyoAgung-Dau- Malang Alamat KTP : Jl. KH. Hasyim Asy’ari VI/1386. RT 06 RW 05 Kauman Klojen-Malang Telp & HP : 0877.5961.0020/ 0852-3496-4872 & 0341-8441973 Nama Orang tua : Moch. Ihsan (Alm) & Siti Halimah Alamat Orang tua : RT 03 RW 01 Juwah Siman Kepung-Kediri Susunan Keluwarga : Anak ke-6 dari 7 bersaudara : 1. Moch. Ishom,MPd 2. Miftakhurrohmah : Guru SDN Catak Gayam Mojowarno-Jombang 3. Nikmatur Rofi’ah : Guru TK di Kayen Lor Papar-Kediri 4. Moch. Imron,Drs : Guru MTS Nabatul Ulum Kediri. Pedagang 5. Tsamrotul Fiqoyah : Swasta di Kediri 6. Makinuddin : - 7. Ibnu Mundzir,SS : Guru PNS MAN Godang Legi, Dosen UIN-Malang Tempat, Tanggal lahir : Kediri, 01 November 1973 Bahasa yang di kuasai : Indonesia, jawa ngoko, Arab ( Membaca, sedikit lisan dan tulisan) Agama/Suku/Warga : Islam/Jawa/Warga Negara Indonesia NPWP : 25.427.693.4-652.000 No. K.T.P /dikeluarkan : 3573.020111.73 0006/pemkot Dati II Malang Maret 2009 No. S.I.M.C /dikeluarkan : 73111.525.0909/polresta Malang Oktober 2012 No. S.I.M.A /dikeluarkan : 73111.525.0922/polresta Malang Desember 2012 No. Paspor /dikeluarkan : T-966669 / Imigrasi Malang Oktober 2009 Status Pernikahan : Menikah, ( Istri: Miftakhul Karomah,SAg ) Dengan 4 anak: 1. Alif Abd. Rohim, 13 Oktober 2002, 2. Syifa Nazzila A., 15 Agustus 2003, kelas V SD ArRohmah Sumbersekar-Dau 3. Khilfa Wajihan A., 12 September 2004, kelas III SD Alam ArRohmah Putri Dau 4. Tudhia Zia Naura, Lahir 7 Desember 2008, TK-A ArRohmah Putri Dau No. Rekening Tabungan : BCA Dinoyo : 3150753987 BMI ( Muamalat ) : 0223102477 Kendaraan yg dipakai : Suzuki smash FK110 SDK6, AG-6758 DH. Th.2006 – 2012, Kendaraan Sekarang: TVS(NEO 110) N5931JJ Kesehatan : Baik, tidak buta warna dan tidak cacat fisik. Golongan darah : - Tinggi/Berat : 164/ Pengalaman Kerja : 1. Guru Prifat : Pondok Pesantren Mahasiswa ( Pesma ) Al- Istiqomah da. Joyoraharjo Lowokwaru Malang. Mata pelajaran Bahasa Arab ( Nahwu & Shorof ) Th 1998 – 2001. 2. Tim Da’I / Mubaligh Yayasan NIDAUL FITRAH Surabaya Th. 2001-2002 3. Bisnis Pulsa, HP, accecoris th dll 2002-2007. Di Pekalongan Jateng 4. Jualan Mebel ( Bantu Saudara & ortu ) th. 2006 5. Karyawan Pabrik Meubel “MBM” Pandaan-Pasuruan, April-Mei 2007 6. Marketing Kavling Tanah siap bangun, Milik Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) Malang di Lawang. Mei-Desember 2007. sesuai target 8 bulan habis 47 Kavling 7. Januari 2008 - Februari 2010 Marketing, Fundrising & Team Da’I BMH Malang 8. November 2009-Februari 2010 Unit Usaha, Koperasi Karyawan & Team Da’I BMH Malang 9. Distributor/Agen/Member jaringan bisnis Makanan Organik Melilea Internasional. Sejak Desember 2007. beberapa kali training di Jakarta, dan tourfund di/ke Malaysia, 5 – 9 desember : 5 Desember 2009 : Pesawat Airline, Jakarta-Kuala Lumpur (LCCT) 6 Desember 2009 : Hotel Cititel MID Valley Hotel Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur 7 Desember 2009 : Genting Highland Kuala Lumpur 8 Desember 2009 : Genting Highland Fullday Tour 9 Desember 2009 : Genting highland ke Jakarta 10. Th. 2010 Mulai bulan Juni, di Lembaga Zakat), yang bermitra dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa Jakarta. Sampai Desember 2012 http://baitulmaalassalam.wordpress.com 11. Januari- Maret 2013 di Jaringan Magistra goup/ Langit tujuh group. Pimpinan DR.H.Imam Muhajirin Elfahmi, SH, SPd, MM. April 2013 di www.bmh.or.id Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BMH Malang. Web. http://www.bmhberbagisenyum.blogspot.com/ http://bmhdakwah.blogspot.com/2013/07/ Kegiatan Sosial : Sejak Juni 2010- maret 2013 : Tinggal di Yayasan Ulil Abshor. Ikut mendampingi anak2 panti asuhan ulil abshor. Demikian sekilas riwayat hidup / cv kami. Untuk menjadi tambah kuatnya silaturrahim, dan pertemanan. SALAM Hormat……… Makinuddin, Email / facebook : makin.udin@yahoo.co.id, akun fb saya yang kedua ini atas nama : "makinuddin Ihsan" email akun FB ke-2 : makin.udin70@yahoo.com https://catatanmakinudin.wordpress.com update per Senin, 25 Mei 2014
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s